Taman Bayangan: Lorong Terakhir
Chapter 4: Kisah Kembang Api yang Tidak Pernah Padam
Bab 4 dimulai dengan angin yang semakin dingin, menggantung di antara pohon-pohon yang rindang. Maya berjalan perlahan, matanya menyelusuri lantai yang berdebu dan lembap. Dari sampingnya, ia mendengar suara tawa yang samar, seolah-olah dari tempat yang tak terjangkau. Tiba-tiba, ia menghentikan langkahnya—ada sesuatu yang menggantung di belakangnya. Dari balik bangku kayu berlumur lumut, ia melihat sesuatu yang tak biasa.
Itu adalah sebuah boneka usang, lemas digantung di tali yang membusuk. Rambutnya berubah menjadi warna abu-abu, wajahnya tidak lagi terlihat jelas, dan matanya telah hancur. Maya mengangguk pelan, takut untuk menyentuhnya. Dika mendekat, matanya memandang boneka itu seolah-olah ia bisa melihat ke dalam hatinya. 'Ini bukan sembarang boneka,' katanya, suaranya gemetar. 'Ini mungkin satu-satunya yang tersisa dari mereka yang pernah datang ke sini.'
Rian memandang boneka dengan tatapan yang tak bisa dipahami. 'Kau penyihir?' tanyanya, berusaha memahami yang tak terjawab. Sari menggelengkan kepalanya, matanya menatap boneka dengan rasa takut yang tak terungkap. 'Ini bukan misteri,' katanya pelan, 'ini adalah pengingat.'
Dari belakang meja kayu, sesuatu memandang mereka, seolah-olah budaya yang terlupakan ini masih hidup dalam hutan yang sunyi. Dan mereka, yang datang dengan tujuan tak terjawab, sekarang terjebak dalam legenda yang tidak akan segera berakhir.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.