Taman Bayangan: Lorong Terakhir
Chapter 3: Rian Menantang Hantu
Angin dingin dan tak wajar masih berembun dari balik pohon-pohon yang hijau, seolah-olah sesuatu yang tak terlihat tetap menatap mereka dari kejauhan. Dika berusaha menggentarkan suaranya untuk menenangkan suasana yang semakin gelap. Tapi Rian tidak mendengarkan. Ia berkata dengan suara keras, tertuju pada langit yang semakin gelap.
Apa itu? Tidak hanya angin, tapi sesuatu yang menggelayuti keheningan. Rian menatap ke arah yang tidak terlihat, seolah-olah ia mendengar suara dari kejauhan. Tiba-tiba, ia mengeluarkan suara keras. "Anak Taman... Anak Taman... Anak Taman..." Katanya berulang kali, suaranya menggema di tengah hutan yang sunyi.
Sari dan Maya terkejut. Mereka tidak tahu arti kata itu. Tapi mereka mendengar sesuatu yang bergerak, seolah-olah dari balik pohon-pohon itu, sesuatu sedang mendengarkan. Dika mengangguk pelan, matanya tertuju pada Rian. "Kau yakin kau tahu apa yang kau lakukan?" Tanyanya dengan suara gemetar.
Rian tidak menjawab. Ia hanya menggelengkan kepala, matanya tetap terfokus pada suara yang mungkin datang dari balik taman. "Anak Taman... Anak Taman..." Ia kembali memanggil, dan tiba-tiba, dari belakang pohon, terdengar suara yang lemah. Sebuah suara yang berbisik, seolah-olah ia sedang berbicara dengan mereka. "Kau datang... kau mencari... kau menjelajah..." Suara itu semakin jelas, menciptakan ketegangan dalam udara yang semakin dingin.
Dari bawah pohon yang besar, kegelapan bergema hanya untuk mengingatkan mereka: misteri taman ini belum selesai. Dan mereka mungkin tidak akan bisa kembali lagi.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.