Taman Bayangan: Lorong Terakhir
Chapter 2: Hembusan yang Tidak Harus Ada
Mereka duduk di atas ayunan yang sudah lama tidak digunakan, layaknya bangkai pel Angular yang pernah bergerak. Dika dan Sari dengan gembira mengayunkan diri mereka ke depan dan belakang, sementara Maya dan Rian hanya memandang ke sekeliling dengan wajah waswas. Sebuah hembusan angin tiba-tiba menerjang dari belakang, menyentak ayunan mereka seolah ada sesuatu yang melintas di balik pohon-pohon yang menghijau.
Angin itu dingin, dan tidak wajar, menggigilkan tulang mereka meski hari masih terang. Dika menggigil, mengguncang tubuhnya lalu berusaha menenangkan diri. 'Mungkin hanya angin biasa,' katanya, mencoba menenangkan teman-temannya.
Tapi Rian tidak terlihat percaya. Ia memandang ke atas, ke langit yang mulai gelap, dan tiba-tiba mengeluarkan suara keras. 'Tidak, ini bukan angin biasa,' katanya, suaranya memecah keheningan.
Dari balik pepohonan, terdengar suara gemuruh kecil, seolah-olah ada sesuatu yang menggerakkan daun-daun. Maya menutup mulutnya, matanya menyipit, sementara Sari hanya bisa menggigit bibirnya. Tapi mereka tahu, misteri taman ini belum selesai. Dan mereka mungkin tidak akan bisa kembali lagi.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.