Taman Bayangan: Lorong Terakhir
Chapter 1: Bayangan di Taman Bermain
Sinar matahari sore hari menyinari taman bermain tua yang terkesan sepi dan terlupakan oleh warga sekitar. Dika, Sari, Rian, dan Maya, empat siswa SMA yang dikenal cukup akrab, berjalan masuk ke dalam kompleks taman yang dikelilingi oleh pohon rindang dan bangunan berderita. Mereka sudah pulang sekolah, dan sejak hari itu, mereka berencana untuk mempermainkan waktu dengan sesuatu yang berbeda. Taman bermain ini memang jarang dikunjungi, bahkan oleh anak-anak sekaliber mereka.
Mereka berjalan perlahan, melalui jalan setapak yang dihiasi dengan tumbuhan liar dan hiasan kuno yang sebagian besar sudah dipenuhi oleh rerumputan. Kaki mereka menginjak tanah yang basah, di sepanjang dinding di sisi kiri jalan, terdapat gambar-gambar menghiasi dengan benih yang membusuk. Dika tertawa kecil, mencoba mengingat pengalaman terakhir mereka bersama di taman ini. 'Kita seharusnya datang lebih sering,' katanya, sambil menggoyang-goyangkan tangannya.
Sari tersenyum, tapi matanya tetap menatap ke depan. Maya memandang ke langit yang mulai gelap, di mana awan menutupi sinar matahari yang perlahan hilang. Rian, yang lebih perhatian daripada yang lain, merasakan seolah-olah ada sesuatu yang mengawasi mereka, meski tidak ada orang lain di sekitar. Angin yang sejak tadi terasa sepoi-sepoi tiba-tiba berubah menjadi dingin, menghembuskan rasa kedinginan yang tidak biasa di tengah siang hari yang cerah.
Ketika mereka sampai di ayunan tua di ujung taman, mereka menyadari bahwa suasana yang udara dan sunyi menggambarkan sesuatu yang tidak biasa. Mereka hanya bertiga, tahap awal dari cerita yang akan mengungkap misteri yang tersembunyi di balik keheningan taman itu.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.