SSS Rank with demon system
Chapter 1: Rutinitas yang Diam
Rian bangun pagi itu seperti biasa, langkahnya yang masih berat membawanya ke kamar mandi. Air dingin yang menyentuh wajahnya membuatnya sedikit lebih terjaga. Rutinitas yang ia jalani setiap hari seakan tidak pernah berubah sejak ia mulai bekerja di kantor itu lima tahun lalu. Kota kecil tempat tinggalnya masih terasa tenang, udara pagi yang sejuk dan suara burung-burung yang berkicau memberi sedikit kesan damai sebelum ia memulai hari yang sibuk.
Setelah sarapan sederhana, Rian bergegas menuju kantor. Jalanan yang ia lewati setiap hari terasa begitu familiar, dari toko buku kecil di sudut jalan hingga kedai kopi yang selalu ramai di pagi hari. Toko buku itu sebenarnya menarik perhatiannya, namun ia tak pernah punya waktu untuk mampir. Hidupnya terlalu penuh dengan rutinitas yang membuatnya merasa terjebak, meski ia tak pernah mengeluh.
Kantor tempatnya bekerja tidak terlalu besar, hanya sebuah gedung berlantai tiga dengan ruangan-ruangan yang dipenuhi meja dan komputer. Rian duduk di meja yang sama setiap hari, mengerjakan tugas yang tak jauh berbeda dari hari ke hari. Rekan-rekannya sebenarnya ramah, tapi hubungan mereka hanya sebatas obrolan kantor. Tak ada yang terlalu dekat, tak ada yang terlalu jauh. Rian merasa nyaman dengan jarak itu, meski sesekali ia merasa kesepian.
Sore hari, setelah pulang kerja, Rian biasanya menghabiskan waktu di rumahnya yang sederhana. Ia tinggal di sebuah apartemen kecil dengan satu kamar tidur dan ruang tamu yang cukup untuk satu orang. Tidak ada yang istimewa dari apartemen itu, tapi ia merasa itu cukup untuknya. Kadang-kadang, ia menghabiskan waktu dengan teman-temannya di kafe, tapi kebanyakan malam ia hanya duduk sendiri, menonton TV atau membaca buku yang ia beli dari toko buku kecil di sudut jalan yang tak pernah ia kunjungi.
Kehidupan Rian adalah kehidupan yang biasa saja, tanpa ambisi besar atau perubahan dramatis. Ia merasa cukup dengan apa yang ia miliki, meski kadang-kadang ia bertanya-tanya, apakah ini semua yang ia inginkan. Namun, pertanyaan itu selalu ia pendam, karena ia tak tahu jawabannya. Dan dunia, pada saat itu, masih terasa normal. Tak ada tanda-tanda bahwa perubahan besar akan segera datang dan mengubah segalanya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.