Pahlawan yang Tak Bisa Mati di Dunia yang Sudah Mati
Chapter 2: Bab 2: Kembali dari Kematian
Reza membuka matanya sekali lagi, napasnya terengah-engah dan jantungnya berdegup kencang. Ia meraba tubuhnya dengan panik, mencari luka-luka yang seharusnya ada. Namun, tidak ada robekan, tidak ada darah, bahkan tidak ada rasa sakit. Tubuhnya utuh, seolah-olah kematian yang ia alami hanyalah mimpi buruk. Langit merah kehitaman masih membentang di atasnya, dan bau busuk yang menyengat masih memenuhi udara. 'Aku... aku masih hidup?' gumamnya, suaranya gemetar.
Ia berdiri dengan perlahan, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. Ingatannya masih segar—cakar tajam yang merobek dagingnya, rasa sakit yang tak tertahankan, dan kematian yang menunggu. Namun, sekarang ia di sini, hidup kembali. Reza menatap sekelilingnya dengan lebih cermat. Reruntuhan bangunan yang lapuk, dinding-dinding retak, dan kegelapan yang menyelimuti—semuanya sama. Namun, kali ini ia merasa sedikit berbeda. Ada rasa penasaran yang tumbuh dalam dirinya.
'Apakah aku benar-benar tidak bisa mati?' pikirnya. Reza mencoba mengingat-ingat detik-detik sebelum kematiannya. Ia tahu ini bukan dunia normal, dan mungkin aturannya juga berbeda. Dengan hati-hati, ia mulai menjelajahi area di sekitarnya, mencari tanda-tanda kehidupan atau setidaknya sesuatu yang bisa menjelaskan dunia ini. Namun, yang ia temukan hanyalah kehancuran dan kesepian.
Setelah beberapa saat, Reza mulai menguji teorinya. Ia dengan sengaja mendekati makhluk-makhluk mirip zombie yang berkeliaran. Tubuhnya gemetar, tetapi tekadnya kuat. Saat makhluk itu menyerang, ia tidak melawan. Cakar tajam itu kembali merobek tubuhnya, dan rasa sakit yang sama menghantamnya. Namun, kali ini, Reza tidak panik. Ia menerima kematiannya dengan tenang, yakin bahwa ini bukanlah akhir.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian, ia terbangun kembali di tempat yang sama, tanpa luka sedikit pun. Reza tersenyum kecil, rasa takut dalam dirinya perlahan menghilang. 'Aku tidak bisa mati. Ini adalah kesempatanku,' pikirnya. Dengan keyakinan baru, ia mulai merencanakan langkah selanjutnya. Ia akan mengeksplorasi dunia ini, mencari jawaban, dan mungkin—hanya mungkin—mencari cara untuk kembali ke dunia asalnya.
Namun, sebelum itu, Reza memutuskan untuk menguji batas kemampuannya lebih jauh. Ia sengaja menghadapi bahaya demi bahaya, menyakiti dirinya sendiri, dan melihat sejauh apa kekuatannya. Setiap kematian membawa pelajaran baru, dan setiap kebangkitan memberinya kepercayaan diri yang lebih besar. Dunia ini mungkin kejam, tetapi Reza mulai menyadari bahwa ia memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar hidup—ia memiliki ketidakkekalan.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.