Pahlawan yang Tak Bisa Mati di Dunia yang Sudah Mati
Chapter 3: Bab 3: Pencarian dan Penemuan
Reza mulai bergerak dengan hati-hati, langkahnya berat namun penuh tekad. Tubuhnya terasa lemah, dan perutnya keroncongan. Ia menyadari bahwa selain ancaman makhluk-makhluk mengerikan yang mengintai, kebutuhan dasar seperti makanan dan air juga menjadi masalah serius. 'Aku harus menemukan sesuatu untuk dimakan dan diminum,' pikirnya, matanya terus memindai lingkungan sekitar.
Lanskap yang ia lihat masih sama: reruntuhan bangunan yang lapuk, tanah gersang, dan langit yang selalu memancarkan cahaya merah kehitaman. Namun, kali ini, ia mencoba memperhatikan detail yang mungkin terlewat sebelumnya. Setelah berjalan cukup jauh, ia mendengar suara gemericik air. Harapannya muncul, dan ia segera mengikuti arah suara itu. Saat ia tiba di sumber suara, ia menemukan sebuah sungai kecil. Namun, airnya berwarna keruh dan berbau menyengat.
'Ini pasti tercemar,' gumam Reza kecewa. Namun, atas dasar penasaran, ia mencicipi sedikit air itu dengan ujung jarinya. Rasanya pahit dan membuat tenggorokannya perih. Ia segera meludahkannya, menyadari bahwa air itu berbahaya. 'Tidak mungkin aku bisa minum ini,' pikirnya, frustrasi.
Ketika ia berbalik untuk meninggalkan sungai, tiba-tiba tanah di sekitarnya bergetar. Reza segera mengambil posisi waspada, mata yang tajam. Dari balik reruntuhan, muncul makhluk besar berwujud seperti reptil raksasa dengan sisik hitam mengkilap dan mata merah menyala. Monster itu mengeluarkan suara gemuruh yang mengguncang udara, dan Reza tahu ini bukan lawan yang bisa ia hadapi dengan sembarangan.
Dengan cepat, ia berlari mencari tempat berlindung, jantungnya berdegup kencang. Ia berhasil masuk ke dalam sebuah bangunan yang hampir roboh, dan monster itu berhenti mengejarnya, seolah enggan mendekati bangunan itu. Reza menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. 'Apa yang membuatnya berhenti?' pikirnya.
Dengan hati-hati, ia menjelajahi bangunan itu. Di dalamnya, ia menemukan bekas-bekas pemukiman manusia: beberapa peralatan tua, pakaian yang sudah lapuk, dan tulang-belulang yang berserakan. 'Jadi, manusia pernah tinggal di sini,' pikirnya, merasa sedikit lega mengetahui bahwa ia tidak sepenuhnya sendirian di dunia ini.
Ketika ia terus menjelajahi, matanya tertarik pada dinding di salah satu ruangan. Di sana, terukir tulisan-tulisan aneh yang terlihat seperti simbol atau bahasa kuno. Reza mendekatinya, mencoba memahami artinya. 'Apakah ini petunjuk?' pikirnya, merasa bahwa ini mungkin kunci untuk memahami dunia ini atau bahkan cara untuk kembali ke dunia asalnya. Ia mencoba mengingat setiap detail tulisan itu, berharap suatu hari nanti ia bisa memecahkan misterinya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.