Pahlawan yang Tak Bisa Mati di Dunia yang Sudah Mati
Chapter 1: Kebangkitan di Dunia Asing yang Hancur
Reza membuka matanya dengan perlahan, kepalanya terasa berat seperti dipukul palu. Langit di atasnya berwarna merah kehitaman, seolah-olah sedang menahan amarah yang tak terbendung. Udara terasa tebal dengan bau logam dan busuk yang menusuk hidungnya. Ia mencoba duduk, tetapi tubuhnya terasa lemas dan gemetar. Sekelilingnya adalah reruntuhan bangunan yang sudah lapuk, dinding-dinding retak, dan atap yang hampir runtuh. Kota ini terlihat seperti telah ditinggalkan selama puluhan tahun, mungkin lebih.
Ia mencoba berdiri, tetapi kakinya hampir tidak bisa menopang berat tubuhnya. Reza meraba-raba sakunya, berharap menemukan sesuatu yang bisa membantunya, tetapi kosong. Tidak ada ponsel, tidak ada dompet, bahkan tidak ada catatan apa pun yang bisa menjelaskan bagaimana ia bisa berada di tempat ini. 'Di mana aku?' gumamnya, suaranya parau dan hampir tak terdengar.
Tiba-tiba, suara gemerisik dari balik reruntuhan membuatnya tersentak. Reza berbalik dengan cepat, jantungnya berdegup kencang. Dari balik puing-puing, muncul sosok yang membuat darahnya membeku. Makhluk itu mirip manusia, tetapi kulitnya terkelupas, matanya kosong, dan gerakannya seperti robot. Bau busuk yang menyesakkan keluar dari tubuhnya. Reza tidak perlu berpikir dua kali; ia tahu ini adalah monster.
Dengan sisa tenaga yang ada, Reza berlari menuju bangunan terdekat, berharap menemukan tempat perlindungan. Namun, bangunan itu hanyalah kuburan lain, penuh dengan debu dan kegelapan. Ia mendengar langkah kaki di belakangnya, semakin dekat. Napasnya tersengal-sengal, keringat dingin mengalir di pelipisnya. 'Tidak, tidak seperti ini,' pikirnya, tetapi sudah terlambat.
Makhluk itu menangkapnya dengan mudah, cakar tajamnya merobek daging Reza dengan kejam. Darah mengalir deras, tubuhnya jatuh ke lantai dengan keras. Reza mencoba berteriak, tetapi suaranya hanya berupa rintihan lemah. Matanya berkedip perlahan, melihat langit merah yang tidak pernah berubah. 'Aku... aku tidak mau mati,' gumamnya, tetapi kata-katanya hilang dalam keheningan. Dunia ini tidak menunjukkan belas kasihan. Reza meninggal di tengah reruntuhan, sendirian, dan terlupakan.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.