Me and Her
Chapter 1: Kafe yang Penuh
Saya duduk di sudut kafe yang ramai, namanya Vino. Suara tawa, canda, dan percakapan orang-orang di sekelilingku memenuhi udara. Semua kursi sudah terisi penuh, dan pencahayaan lembut dari lampu gantung menciptakan suasana yang hangat di dalam kafe ini. Di meja sebelah, sekelompok teman tertawa riang, sementara pasangan-pasangan yang mesra duduk berdua di sampingnya. Aroma kopi yang harum dan musik yang lembut dari speaker membuat kafe ini menjadi tempat yang cocok untuk merenung.
Saat itu, saya memegang secangkir kopi hangat di tangan kanan saya, sambil menatap keluar jendela. Hujan gerimis turun dengan pelan di luar sana, mengiringi semangkuk cappuccino yang menyegarkan. Saya merasa hangat dan nyaman di dalam kafe ini, tetapi sekaligus merasa kesepian. Meskipun dikelilingi oleh orang banyak, saya merasa seperti ada yang hilang dalam hidup saya.
Tiba-tiba, pandangan mata saya tertangkap oleh seorang wanita yang duduk sendirian di sudut seberang ruangan. Dia tampak begitu anggun, dengan rambut cokelatnya yang jatuh dengan lembut di bahunya. Dia tengah sibuk dengan buku yang dibacanya, terlihat begitu terfokus pada kata-kata di halamannya. Saya tak bisa melepaskan pandangan dari wanita itu, dan entah mengapa, hati saya berdebar-debar.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.