Me and Her
Chapter 2: Pertemuan yang Dinanti
Dengan hati yang berdebar, saya memutuskan untuk mengambil langkah pertama. Aku memesan cangkir kopi ekstra dari barista dan menulis pesan singkat di selembar kertas yang aku temukan di meja. "Boleh berkenalan?" tulisanku sederhana namun jujur. Aku meletakkan kertas itu di atas cangkir kopi yang sudah jadi dan melambungkan pandanganku ke arah wanita itu.
Wanita itu menoleh ke arahku dengan tatapan heran ketika dia mendapati cangkir kopi dan pesan itu di meja. Hatiku berdegup kencang, dan aku merasa jantungku berdetak sekeras mungkin. Dia tersenyum lembut, dan itulah saat pertama kami saling memandang. Dia mengangguk sebagai jawaban atas pesanku, dan raut wajahnya yang ramah memberiku keberanian untuk menghampirinya.
Aku berjalan dengan hati-hati melintasi kafe yang penuh, melewati berbagai meja dan kursi yang dipenuhi orang-orang. Akhirnya, aku berdiri di depan meja wanita itu dengan senyuman gugup. "Halo," sapaku dengan lembut. "Nama saya Vino. Apa yang Anda baca?"
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.