Lensa dan Gitar
Chapter 1: Pertemuan Tak Terduga
Dewi melangkah dengan langkah cepat di pusat kota yang ramai. Matahari pagi bersinar terang, menciptakan bayangan-bayangan yang menari di antara gedung-gedung tinggi. Di tangannya, ia memegang erat kamera profesionalnya, siap untuk menangkap keindahan kota ini.
Tiba-tiba, langkahnya terhenti mendadak ketika seseorang keluar dari toko kopi di depannya. Sebuah tabrakan tak terelakkan terjadi, dan kamera Dewi terjatuh ke trotoar dengan suara gemeretak yang menusuk telinga. Hatinya berdegup kencang ketika ia melihat kamera kesayangannya rusak parah.
"Maafkan aku," ucap Dewi, matanya berkaca-kaca ketika dia menundukkan kepala.
Namun, yang mengejutkannya, bukanlah kemarahan dari orang yang ia tabraki, tetapi senyum hangat yang diberikan oleh seorang pria muda di depannya. Dia adalah Kenny, seorang musisi jalanan yang duduk bersama gitar di dekat toko kopi tadi. Dengan cepat, dia membungkuk untuk membantu Dewi mengambil kamera yang rusak.
"Tidak apa-apa, insiden kecil seperti ini terjadi," kata Kenny dengan suara lembutnya. "Semoga kameramu tidak rusak parah."
Dewi terkejut dengan sikap baik hati Kenny. Dia merasa lega melihat kamera masih bisa dinyalakan meski sedikit penyok di bagian bodi. "Terima kasih banyak," ucapnya, tersenyum.
"Mungkin aku bisa membantumu mencari lokasi pemotretan yang bagus," tawar Kenny, masih dengan senyum ramah di wajahnya. "Aku cukup mengenal beberapa tempat menarik di sekitar sini."
Dewi tersenyum senang. Siapa sangka, kecelakaan kecil ini membawanya bertemu dengan seseorang yang bisa menjadi teman baru, dan mungkin lebih dari itu.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.