Lensa dan Gitar
Chapter 2: Melodi yang Mengikat
Kenny duduk di kursi di sebelah Dewi, menatapnya dengan penuh perhatian. Dengan lembut, ia memainkan melodi yang menenangkan dari gitarnya, menciptakan suasana yang ajaib di antara mereka. Dewi, meski awalnya sedih karena kameranya rusak, mulai merasakan kedamaian yang mengalir begitu alam. Melodi itu seperti terapi bagi hatinya yang hancur.
"Dengarkanlah," ucap Kenny, dengan sorot mata yang penuh empati.
Dewi menutup matanya dan mendengarkan dengan seksama. Melodi yang Kenny mainkan membawa kedamaian pada dirinya, seperti menyapu jauh semua kegelisahan dan kekhawatiran yang ada.
Setelah lagu selesai, Dewi membuka matanya dan tersenyum pada Kenny. "Terima kasih," katanya, suaranya penuh rasa terima kasih.
Kenny tersenyum balik. "Tidak ada masalah. Musik selalu menjadi penghibur terbaik, bukan?"
Dari situ, percakapan mereka mengalir dengan lancar. Mereka mulai berbicara tentang kehidupan, mimpi, dan apa yang membuat mereka bahagia. Dewi menceritakan tentang perjalanannya sebagai fotografer freelance dan impian untuk memiliki pameran foto sendiri suatu hari nanti. Sementara itu, Kenny bercerita tentang cintanya pada musik dan keinginannya untuk bisa tampil di panggung besar.
Mereka menyadari betapa banyak kesamaan yang mereka miliki, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. Melalui percakapan itu, mereka mulai merasakan ikatan yang kuat antara mereka, seakan-akan takdir telah mempertemukan mereka di saat yang tepat.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.