Kenangan Dira
Chapter 1: Kelahiran Sang Bintang
Pagi itu, matahari baru saja muncul dari balik cakrawala, menyinari langit dengan warna oranye keemasan. Suara kicauan burung-burung di luar rumah sakit menyambut hari baru dengan riang, seolah tahu bahwa sesuatu yang istimewa akan terjadi. Di dalam sebuah kamar bersalin yang hangat, aroma antiseptik bercampur dengan kegembiraan yang memenuhi udara. Perawat-perawat berlalu-lalang dengan senyum dan semangat, mengetahui bahwa sebuah keajaiban akan segera hadir.
Di tengah ruangan, seorang wanita muda terbaring di atas ranjang bersalin. Wajahnya pucat namun dipenuhi dengan harapan dan kebahagiaan. Ia adalah seorang ibu yang menanti kelahiran anak pertamanya dengan penuh cinta. Di sampingnya, suaminya menggenggam erat tangannya, memberikan dukungan dan kekuatan. Mata mereka saling bertatapan, berbagi harapan dan impian yang akan terwujud dalam beberapa saat lagi.
"Sudah dekat, Bu. Tarik napas dalam-dalam dan dorong dengan kuat," kata dokter dengan suara tenang namun tegas. Sang ibu mengangguk lemah, mengumpulkan semua kekuatannya. Detik-detik berlalu terasa seperti abad, namun dengan semangat yang tidak pernah padam, ia berjuang dengan sekuat tenaga.
Dan akhirnya, sebuah tangisan nyaring menggema di seluruh ruangan. Suara itu, begitu kecil namun penuh dengan kehidupan, membuat semua orang di ruangan itu terdiam sejenak, merasakan keajaiban yang baru saja lahir. Seorang bayi perempuan cantik, mungil, dan lucu, dengan pipi merah merona dan mata yang masih tertutup rapat, hadir ke dunia ini.
Sang ibu dan ayah tidak bisa menahan air mata bahagia mereka. Sang ayah mencium kening istrinya dengan penuh kasih, sementara perawat meletakkan bayi mungil itu di dada ibunya. Suhu hangat tubuh bayi itu membuat sang ibu merasa tenang, seolah semua rasa sakit dan lelahnya hilang begitu saja.
"Selamat datang, bintang kecil kami," bisik sang ibu dengan suara gemetar. Bayi itu seolah mengerti, tangisnya perlahan mereda, dan sebuah senyum kecil terukir di wajahnya yang mungil.
Sang ayah memandang putri kecilnya dengan tatapan penuh cinta dan kebanggaan. "Namanya Dira," katanya lembut, mengusap lembut pipi bayinya. "Dira, yang berarti bercahaya. Karena kau adalah cahaya baru dalam hidup kami."
Dira, bayi yang lahir di saat fajar, membawa harapan dan kebahagiaan baru dalam kehidupan kedua orang tuanya. Mereka tahu bahwa ini adalah awal dari petualangan yang panjang, penuh dengan cinta, tawa, dan tantangan. Tetapi untuk saat ini, mereka hanya ingin menikmati momen berharga ini, saat pertama kali mereka bertemu dengan sang bintang kecil mereka.
Di luar, matahari semakin tinggi, menerangi dunia dengan sinarnya yang hangat. Hari itu, dunia menyambut kehadiran Dira dengan penuh cinta dan harapan, mengetahui bahwa seorang bintang baru telah lahir.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.