suka ustzadzah
Chapter 1: Hari Pertama di Pesantren
Matahari baru saja terbit ketika Fahmi terbangun dari tidurnya. Ia mengerjap-ngerjapkan mata, mencoba menyesuaikan diri dengan kamar asrama yang baru. Ranjang susun di sampingnya masih kosong, pertanda Bagas belum kembali dari kegiatan subuh.
Fahmi bangkit dan melihat sekeliling kamar. Dinding putih, lemari kayu sederhana, dan jendela kecil yang membiarkan sinar matahari masuk. Jauh berbeda dari kamar mewahnya di rumah.
Ia berjalan ke kamar mandi, membasuh muka, dan melihat pantulan dirinya di cermin. Wajahnya yang tampan dengan kulit putih bersih membuatnya tersenyum sinis. 'Cocok jadi artis Korea,' pikirnya.
Setelah berpakaian rapi dengan kemeja putih dan celana hitam, Fahmi melangkah keluar asrama. Udara pagi yang segar langsung menyergap hidungnya. Ia berjalan menuju masjid, mengikuti suara adzan yang berkumandang.
Sesampainya di masjid, Fahmi melihat beberapa santri putri dari kejauhan. Mereka tampak berbisik-bisik sambil sesekali melirik ke arahnya. Fahmi tersenyum tipis, sudah terbiasa menjadi pusat perhatian.
Usai sholat berjamaah, Fahmi kembali ke asrama. Bagas sudah duduk di atas ranjangnya, membaca buku.
'Pagi,' sapa Fahmi singkat.
'Pagi juga. Kamu sudah sholat?' tanya Bagas tanpa menoleh.
'Sudah. Kamu nggak ikut?'
'Aku sholat di kamar. Lagian aku IPS, beda kelas sama kamu,' jawab Bagas sambil menutup bukunya.
Fahmi mengangguk mengerti. Memang benar, ia di kelas IPA sedangkan Bagas di IPS. Tapi mereka tetap akur meski berbeda.
Ketika bel masuk berbunyi, mereka bergegas ke kelas masing-masing. Fahmi duduk di dekat jendela, tidak jauh dari meja Ahmad yang sudah lebih dulu datang.
'Pagi, Fahmi,' sapa Ahmad ramah.
'Pagi,' jawab Fahmi singkat.
Ahmad adalah anak guru yang pintar dan rajin. Fahmi sendiri belum begitu akrab dengannya. Tapi hari ini, entah kenapa, Ahmad terlihat ingin mengajaknya mengobrol.
'Kamu baru pindah ya? Dari kotanya mana?' tanya Ahmad penasaran.
Fahmi menoleh, agak heran dengan antusiasme Ahmad.
'Jakarta. Kamu?'
'Aku asli sini. Tapi aku suka baca tentang kota-kota besar di Indonesia,' ujar Ahmad antusias.
Fahmi tersenyum tipis. Mungkin ini awal dari pertemanan baru di pesantren barunya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.