Star Wars Terran Republic Balance Wars
Chapter 1: Tangga Bintang di Unknown Region
Di ujung Unknown Region, di mana sinar matahari benda langit menghilang di balik awan ketuban abu-abu, kapal cadangan Terran NGS Valor melayang di antara jejak debu intergalaksi. Di dalam lumpang komando di lantai bawah, Sgt. Kael Varrick menggeser helmen eksoskeletonnya, dingin dari bukan hanya malam, tetapi juga beratnya koleksi nanabesi karbon yang menutupi kulitnya. Di luar jendela viewport, ribuan bintang berkibar sebagai bukti betapa besarnya kabut di antara urutan hukum dan kekacauan. "Kami sudah bertahun-tahun memelihara keseimbahan di Bumi,“ ujar Kael sambil menatap monitor layar merah yang memantulkan jejak galaksi yang kelihatan. "Tetapi apa yang kami lihat di sini... ini bukan sekadar ruang kosong. Ini suara.
Di sisi lain komandan kapal, Dr. Mira Selamat, ahli sejarah dan filsuf politik Terran, mengacungkan kutub digitalnya saat menganalisis sinyal yang tiba-tiba muncul dari jejak mendalam ruang. "Bumi selama ini hidup dengan dualisme yang tegas: cahaya gelap, peace and war, rebuilding and destruction, order and resistance. Setiap elemen itu penting, sehat bagi planet seperti paru-paru bagi tubuh.” Katanya sambil mengetik pada keyboard hologram, templat data sejarah Terran muncul: ratusan budaya, ribuan suku, miliar jiwa yang hidup dalam harmoni dan konflik yang sama berentak. "Kami dibagi menjadi miliran negara, fraksi insurjekst, senador yang korupt, pejabat pemimpin, tentara profesional, mercenario, bahkan orang yang menemukan kebahagiaan di antara kesedihan. Setiap kultum itu seperti warna pada palet, namun semua itu terancam ketika alam luar menggosip nama kami.
Di lorong bawah kapal, sekelompok insurjekst Terran—kelompok yang tidak setuju dengan otoritas sentral—bersiap untuk merusak sistem sinyal pengirim galaksi. Led Liran, pemimpin fraksi yang dahulu adalah soldat khusus Korps Marines, kini memegang senjata plasma yang diproteksi eksoskeleton. "Saat saya di medan perang, aku merasa hidup,” katanya kepada sekelompok rekan-rekannya yang peluit di bawah penerangan merah emergency. "Kedarahan, kekacauan... itulah yang membuat nafasku bergeser. Bumi mungkin berharap damai, tetapi jiwa kita—kita semua—kah kita sesungguhnya hanya merasa hidup ketika dunia itu berdegil?" teman sebanggunya, Corpral Jace Milo, menertawak namun serius. "Atau mungkin kita cuma orang yang lupa cara diam."
Tiba-tiba, alarm galak menggelegar. Sinyal bukan berasal dari Bumi, melainkan dari galaksi yang sangat jauh, seolah-olah sesuatu yang tertimbun ratusan tahun sekarang mengheboh. Layar utama menampilkan peta gerakan: sebuah armada Rebel Alliance—restoran dari Star Wars S3—terjebak di Unknown Region, membutuhkan asisten teknologi tingkat lanjut untuk selamat. Kael tertawa tipis. "Jadi itulah kenapa kita memiliki insurjekst, senator corrupt, dan mercenary di sini. Bumi selalu butuh orang yang berani menantang apa pun, termasuk galaksi itu sendiri."
Kael memerintahkan nolak menyelamatkan armada Rebel, namun dengan syarat: Teknologi eksoskeleton dan sistem kontrol garra Terran akan digunakan hanya untuk pertahanan, bukan pemerasan. Dr. Mira menambahkan klausul sejarah: "Keseimbahan Bumi tidak bisa hancur hanya karena kita mengeksplorasi yang lain. Kita harus membawa nilai budaya kita—kesopanan, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu yang berhati-hati—ke dalam gelapnya yang belum jelas ini." Di sela-sela diskusi, korupter Senator Galen Voss dari DKP Terran mencoba merampas kontrol naluri kapal, menginginkan menukarkan teknologi dengan kekuasaan di galaksi. Namun mercenary komandan Riven menahan senjatanya, menembakkan pistol energi ke langit kelas. "Saya tidak tertarik pada takdir galaksi. Saya hanya tertarik pada uang, dan di sini ada banyaknya.”
Sebagai tanggapan, Kael menonaktifkan sistem larian Voss dengan satu tekanan tombol di helmen eksoskeletonnya. "Jangan biarkan ambisi yang membunuh semua kita. Kami baru saja menemukan jejak baru. Mari kita jaga hidupnya, dan jaga juga keseimbahan yang sudah kami bangun—di Bumi, dan di sini.
Galaksi menjawab dengan kilatan jarak melewati viewport, meninggalkan jejak trail biru yang menghilang di kejauhan. NGS Valor memulai mesin warp, menghabiskan dunia yang pernah dikenal, dan berlabuh di wilayah di mana every battle, every culture, every war and peace yang tercatat dalam miliar jiwa Terran akan bertemu dengan misteri yang lebih besar. Di ujung horison galaksi, Kael mengapresiasi senja buatan buatan—bintang-bintang yang berkibar, pelangi energi yang melintas, dan keniscayaan bahwa meski kita dibagi menjadi jutaan kultur dan tradisi, kita semua berbagi hal sama: keinginan untuk merasa hidup, untuk bertarung, untuk berharap, dan untuk tidak pernah lupa dari di mana kami datang.
Cerita ini baru dimulai. Di antara tebikan Bumi dan ketegangan galaksi, di antara insurjekst dan senjata eksoda, di antara harapan dan putus asa, satu hal pasti: Unknown Region telah membuka pintu, dan terran humanity akan selalu menjawab panggilan—apa pun harganya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.