Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Chapter 4: Lebih Lama dari yang Diinginkan

Jam dinding perpustakaan menunjukkan pukul 16.47 ketika Alya menatap kosong ke deretan persamaan kimia yang berbaris seperti tentara tak bermuka. Bau aspal panas menyengat dari lapangan parkir tempat Raka berjanji menjemputnya—janji yang sudah menguap lima jam tujuh belas menit lalu. Jemarinya mencengkram pulpen sampai kuku membekas di telapak tangan, tepat di atas bekas goresan pensil hari pertama mereka pacar.

Denting notifikasi WhatsApp memecah kesunyian. Geng ada emergency meet. Maaf ya Al, lain kali gue gantiin! Pesan Raka disertai foto dirinya tersenyum lebar dengan seragam geng, tangan Sanggar menggantung santai di bahunya.

Tiba-tiba, aroma jeruk nipis dan kayu manis menyelinap di antara bau kertas tua. Nino duduk di depannya dengan membawa two thermos dan buku catatan penuh sticky notes warna pastel. "Suhu 36,7 derajat," bisiknya sambil mengamati wajah Alya yang memerah. "Titik didih frustasi akademik."

Mereka belajar sampai langit berdarah. Nino menjelaskan stoikiometri dengan analogi komposisi musik—"Seperti mentransposisi chord C mayor ke F minor, kita harus menyesuaikan koefisien reaksi." Tangannya bersarung katun menari-nari di udara, melukis imaginasi molekul yang bergerak dalam irama waltz.

Pukul 20:03, dering telepon menggebrak kesunyian. Foto profil Raka berkedip—Psycho Crew Leader tertulis bold di bio Instagramnya. Alya mengabaikan panggilan ketujuh kalinya, mata tertuju pada catatan margin buku Nino: "Ketika vibrato tak cukup menutupi nada sumbang, lebih baik diam dalam fermata."

Nino mengeluarkan origami bintang dari taskuany: "Kubawa thermos berisi madu lemon." Matanya tak pernah benar-benar melihat Alya, selalu fokus pada titik di antara alis dan hidungnya. "Stres menurunkan imun 74%, statistik dari riset Universitas Harvard."

Angin malam menusuk ketika mereka keluar perpustakaan. Di parkiran, bayangan panjang Raka bersandar di motor sport baru warna merah metalik. "Lo masih di sini? Gue kira..." Suaranya terhenti saat melihat Nino yang sedang sibuk melilitkan syal kotak-kotak di leher Alya dengan gerakan canggung.

Adegan berjalan slow motion:

  • 🗲 Raka mengangkat helm kedua berlogo Psychopath Crew—hadiah ulang tahun yang setengah jadi karena terlambat dua minggu
  • 🗲 Nino menjatuhkan buku catatannya, terbuka di halaman sketsa diagram Hertzsprung-Russell dengan catatan "Bintang redup pun punya cahayanya sendiri"
  • 🗲 Bau parfum Raka (Dior Sauvage) bertabrakan dengan aroma minyak kayu putih dari Nino

"Schrodinger's Promise," Nino tiba-tiba berbisik saat melewati Raka. "Janji yang bisa saja ada dan tidak ada secara simultan, sampai kamu membuka kotak perhatianmu." Langkahnya terhenti sebentar, sarung tangan katun menyentuh lengan jaket Raka yang penuh patch geng. "Hati-hati di tikungan Jalan Dahlia. Aspal baru tapi licin karena mimpi yang tertumpah."

Perjalanan pulang diisi oleh raungan mesin motor Raka yang meraung kencang—kebalikan dari langkah kaki Nino yang ritmis bagai metronom. Di kamar, Alya menemukan serpihan kertas terselip di antara halaman buku ekonomi: tangga nada minor yang membentuk melodi "Can't Help Falling in Love" versi piano solo. Di sudut kertas, coretan kecil: Scarsorephilie—sakit yang menjadi pelarian.

Saat membuka jendela, sesuatu berjatuhan dari pohon jeruk purut: botol kaca berisi kertas partitur dengan lirik "Kau adalah not balok yang terselip di antara not angka kehidupanku." Dari balik pagar, bayangan kurus berlari menghilang dengan tas daur ulangnya yang khas.

Malam itu, Alya menyimpan helm hadiah Raka di dalam lemari bersebelahan dengan kotak flanel biru. Besok, mungkin kaktus kintsugi itu perlu disiram.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca

Lolongan Terakhir di Hutan Kelam

Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas deng...

Baca

Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan

Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di ten...

Baca

Primadona Mengejar Pecundang

Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun...

Baca

Bukan Untuk Kita Bertiga

Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, ya...

Baca

Bukan Gamon

Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cue...

Baca