Penantang Takdir
Chapter 1: Pertemuan di Pusat Bintang
Mereka duduk mengelilingi meja bundar yang terbuat dari cahaya bintang. Dua belas kursi berjejer rapi, masing-masing mewakili satu rasi bintang. Sepuluh kursi terisi oleh wujud-wujud cahaya yang bersinar dengan kekuatan kosmik, sementara dua kursi masih kosong, menunggu pemiliknya yang belum datang.
Suasana di ruang angkasa itu hening, hanya dihiasi oleh gemerlap bintang-bintang yang menjadi saksi bisu pertemuan penting tersebut. Di tengah keheningan, sebuah suara berat memecah kesunyian.
"Kita harus segera memulai kompetisi besar ini dan membuka gate besar," ujar sosok yang mewakili rasi bintang Scorpio, suaranya menggema di seluruh ruangan.
Seorang wanita dengan cahaya keemasan yang memancar dari tubuhnya menimpali, "Tapi Deneb, sang rasi bintang Capricorn membawa dua kunci rasi, satu miliknya dan satu milik Aries setelah membunuh rasi bintang Aries. Kita harus merebut kembali kunci tersebut dari Deneb demi rencana kita."
Rasi bintang Taurus, yang berbadan besar dan memancarkan cahaya cokelat keemasan, berdiri dari kursinya. "Aku menemukan jejak Deneb di galaxy terpencil di planet bernama Bumi, tapi unt..."
Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, sebuah ledakan cahaya tiba-tiba muncul di tengah ruangan. Dua belas rasi bintang itu segera bersiap siaga, energi kosmik mereka mulai bergetar.
Dari cahaya itu muncul sosok tinggi besar dengan jubah hitam yang dihiasi motif rasi bintang Capricorn. Matanya yang tajam menatap tajam ke arah mereka.
"Deneb," bisik rasi bintang Gemini dengan suara bergetar.
"Kalian mencariku?" tanya Deneb dengan senyum sinis. "Sayang sekali, kunci rasi sudah kukembalikan ke tempatnya. Kalian terlambat."
"Kembalikan kunci itu!" teriak rasi bintang Leo, cahaya keemasannya membara.
Deneb hanya tertawa kecil. "Atau apa? Kalian akan membunuhku seperti kalian membunuh Aries? Aku sudah lebih kuat sekarang."
Rasi bintang Pisces, yang selama ini diam, akhirnya berbicara dengan suara lembut namun tegas. "Deneb, kompetisi besar harus dimulai. Jika kau menghalangi, kami akan menggunakan cara lain."
Deneb mengangkat tangannya, dan tiba-tiba cahaya biru keunguan memancar dari telapak tangannya. "Kalau begitu, mari kita selesaikan ini sekarang juga. Siapa yang layak membuka gate besar?"
Ruang angkasa itu seketika dipenuhi oleh energi kosmik yang bergolak. Dua belas rasi bintang bersiap untuk bertarung, sementara nasib seluruh alam semesta tergantung pada hasil pertarungan tersebut.
Di planet Bumi yang jauh di sana, seorang anak muda tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan napas terengah-engah. Dia merasakan getaran aneh di sekujur tubuhnya, seolah-olah alam semesta sedang memanggilnya.
"Ada apa ini?" gumamnya, tanpa menyadari bahwa takdir telah menantinya di luar sana.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.