ketakutan akan kematian
Chapter 3: Mimpi Mengerikan
Setelah mengalami pingsan di tepi jalan akibat menyaksikan kecelakaan yang mengerikan, Alena terbawa ke dalam dunia mimpi yang gelap dan misterius. Dia menemukan dirinya berdiri di tengah ruangan yang luas namun kosong, dinding-dindingnya terbuat dari batu dingin yang mengeluarkan hawa mistis. Suasana begitu hening, seolah waktu berhenti berdetak. Tiba-tiba, dari kejauhan, muncul sosok pria tua dengan jubah panjang berwarna hitam. Wajahnya tertutup oleh bayangan, tetapi mata tajamnya mampu menusuk jiwa Alena. Pria tua itu perlahan mendekat, setiap langkahnya mengeluarkan suara gemerisik yang membuat jantung Alena berdegup kencang. Ketika pria tua itu sudah cukup dekat, dia mengangkat tangannya yang kurus dan memegang bahu Alena. Rasanya dingin, seperti es yang membekukan kulitnya. Suara pria tua itu terdengar parau namun penuh kekuatan, 'Kau tidak bisa lari dari takdirmu, Alena. Kematian akan selalu mengintaimu. Kau hanya bisa menunda, tetapi tidak bisa menghindar.' Alena berusaha melepaskan diri, tetapi tubuhnya seperti terkunci, tidak bisa bergerak sedikit pun. Pria tua itu terus bicara, setiap kata-katanya seperti menghantui pikiran Alena. 'Pilihanmu akan menentukan nasibmu. Tetapi ingat, setiap langkah yang kau ambil akan membawa konsekuensi yang tidak bisa kau hindari.' Tiba-tiba, pria tua itu menghilang, meninggalkan Alena sendirian di ruangan yang semakin gelap. Dia mulai merasa sesak napas, seolah ada sesuatu yang menekan dadanya. Alena mencoba berteriak, tetapi suaranya tidak keluar. Dia terjatuh ke lantai, dan saat dia membuka matanya, dia terbangun di rumah sakit dengan keringat dingin membasahi wajahnya. Namun, ucapan pria tua itu masih terngiang-ngiang di telinganya, membuatnya ketakutan dan bingung tentang apa arti mimpi itu.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.