ketakutan akan kematian
Chapter 2: Ketakutan yang Menghantui
Alena berjalan pulang dari kantor, langkahnya perlahan namun pasti. Hari itu terasa biasa-biasa saja hingga tiba-tiba, dari kejauhan, dia mendengar suara benturan keras yang memecah keheningan jalanan. Detak jantungnya seketika berdegup kencang, dan matanya langsung tertuju pada sumber suara tersebut. Di depan matanya, sebuah mobil bertabrakan dengan motor, membuat pengendara motor terlempar ke udara sebelum jatuh dengan keras ke aspal. Alena membeku di tempat, napasnya tersengal-sengal, dan pandangannya kabur. Dia melihat darah menggenang di sekitar tubuh korban, dan suara jeritan orang-orang di sekitarnya seolah menjauh, terdengar seperti bisikan dari ruang hampa. Ketakutan akan kematian yang selama ini menghantuinya tiba-tiba kembali dengan kekuatan yang tak tertahankan. Bayang-bayang kematian yang selalu dia coba hindari seolah muncul di depan matanya, hidup dan nyata. Alena mencoba menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri, tetapi udara seolah enggan masuk ke paru-parunya. Dadanya terasa sesak, dan kepalanya pusing. Dia merasakan dunia berputar di sekelilingnya, dan kedua kakinya mulai goyah. "Tidak, tidak sekarang," pikirnya, mencoba bertahan. Tapi ketakutannya terlalu besar, dan tubuhnya tidak mampu lagi melawan. Alena terjatuh ke tanah, pandangannya semakin buram sebelum akhirnya gelap. Dia pingsan di tepi jalan, dikelilingi oleh keributan dan kepanikan orang-orang yang berusaha menolong korban kecelakaan itu.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.