CEO yang belajar Melihat Dari Gadis Buta

Chapter 4: Sentuhan Pertama

Matahari siang terik memancar tanpa ampun saat Arka keluar dari gedung kantornya. Langkahnya tergesa-gesa, pikirannya masih dipenuhi laporan-laporan yang belum selesai. Tiba-tiba, suara yang sangat dikenalnya menghentikan langkahnya.

"Permisi, Pak. Bisa tolong saya menyeberang jalan?"

Arka menoleh dan mendapati Alina berdiri di trotoar dengan tongkatnya, wajahnya menengadah seakan mencari arah. Tanpa sadar, Arka melangkah mendekat. Tangannya terulur, menyentuh lengan Alina dengan lembut.

"Ada apa dengan pengawalmu? Atau supirmu?" tanya Arka, suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya.

"Mereka sedang ada keperluan. Saya coba sendiri saja," jawab Alina dengan senyum khasnya.

"Bodoh! Kau bisa saja tertabrak lagi!" hardik Arka, namun tangannya tetap memegang lengan Alina erat.

"Tidak apa-apa, Pak Arka. Saya sudah terbiasa," ucap Alina tenang. "Kalau Bapak tidak keberatan, tolong bimbing saya sampai seberang sana."

Arka menghela napas panjang. Tanpa menjawab, ia menggenggam tangan Alina dan meletakkannya di lengan kirinya. Jantungnya berdetak aneh saat kulit mereka bersentuhan. Langkah mereka mulai melintasi jalan raya yang ramai.

"Pak Arka, apakah Bapak sering menolong orang lain?" tanya Alina memecah keheningan.

"Tidak pernah," jawab Arka singkat.

"Oh... tapi Bapak baik sekali mau membantu saya," ucap Alina. "Saya bisa merasakannya dari cara Bapak memegang tangan saya. Tidak kasar, tapi juga tidak ragu."

Arka terdiam. Ia tidak pernah memperhatikan bagaimana caranya memegang tangan orang lain. Tapi entah mengapa, ia tidak ingin melepas tangan Alina saat itu.

Saat mereka tiba di seberang jalan, Arka melepaskan tangan Alina perlahan. Ada rasa aneh yang hilang dari genggamannya. Alina tersenyum lagi, wajahnya menengadah ke arah suara Arka.

"Terima kasih banyak, Pak Arka. Semoga Bapak selalu sehat dan dilindungi."

"Hmm," hanya itu yang keluar dari mulut Arka. Tapi matanya mengikuti langkah Alina yang menjauh dengan tongkatnya, sesuatu yang bergetar dalam dadanya.

Sponsor
Banner sponsor muncul setelah chapter selesai dibaca agar ritme membaca tetap utuh.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Tidak sengaja bertemu dia

Diah tidak pernah menyangka, satu pertemuan kecil dengan Aril akan membuka cerita cinta yang perlahan tumbuh di antara m...

Baca

Terjebak oleh jearatan Iblis

Pagi tiba dengan damai. Maya berdiri di bawah sinar matahari, merasakan kehangatan yang sesungguhnya

Baca

Surat untuk Hari Terakhir

Nara menulis surat setiap hari untuk dirinya di masa depan, tanpa pernah menjelaskan alasannya pada siapa pun. Reno meng...

Baca

Playlist untuk Kamu

Setiap pagi di bus sekolah, Aira selalu melihat seorang cowok duduk di kursi belakang, mengenakan headset besar, menatap...

Baca

Penantang Takdir

Saat gerbang antar dimensi terbuka di bumi, selurung dimensi terhubung. Sistem antar bintang yang memiliki konsel level...

Baca

Ketika Bertahan Tak Lagi Bernama Cinta

Raka dan Alena adalah pasangan lama yang bertahan bukan karena bahagia, melainkan karena takut kehilangan. Di balik hubu...

Baca

CEO yang belajar Melihat Dari Gadis Buta

seorang CEO muda yang sukses namun dingin Dan tertutup akibat penghianatan di masa lalunya. hidupnya berubah ketika bert...

Baca

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca