Xxx Pinggir Usia

Chapter 4: Kepercayaan yang Tumbuh

Malam itu, Nindy tidak bisa tidur. Pikirannya terus tertuju pada percakapan dengan Leo. Ada sesuatu yang berbeda dari pria itu. Dia tidak seperti kebanyakan pria yang pernah Nindy temui di aplikasi kencan. Leo terlihat tulus dan tidak terburu-buru. Perlahan tapi pasti, Nindy mulai merasa nyaman berbicara dengannya.

Esok paginya, saat sedang bersiap ke sekolah, Nindy tiba-tiba terpikir untuk mengirimkan foto dirinya ke Leo. Bukan foto yang vulgar, hanya sekadar selfie dengan seragam sekolahnya. Dengan jantung berdebar, dia mengambil beberapa foto dan memilih yang terbaik. Setelah mengetik pesan singkat "Selamat pagi, ini aku di sekolah," Nindy menekan tombol kirim.

Beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar. Leo membalas dengan emoticon senyum dan komentar singkat "Kamu cantik sekali, Nindy. Seragammu cocok untukmu." Nindy tersenyum lebar membaca pesan itu. Ada rasa senang yang aneh di dadanya.

Dari hari ke hari, Nindy mulai terbiasa mengirimkan foto pagi ke Leo. Kadang dia berpose dengan latar belakang kamarnya yang rapi, kadang dengan secangkir susu di meja belajar. Leo selalu membalas dengan komentar positif dan pertanyaan ringan tentang kegiatan Nindy hari itu.

"Kamu suka pakaian apa untuk ke sekolah?" tanya Leo suatu sore.

Nindy berpikir sejenak sebelum mengetik balasan. "Aku suka yang simpel sih. Kaus dan celana jeans. Tapi kadang aku juga suka pakai rok span pendek."

"Boleh aku lihat? Aku penasaran dengan gayamu," balas Leo.

Nindy menggigit bibir bawahnya. Ada rasa ragu, tapi juga penasaran. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil foto dirinya dengan rok span hitam dan kaus putih ketat yang memang sedikit memperlihatkan bentuk tubuhnya. Dengan napas tertahan, dia mengirimkan foto itu.

"Wow, kamu cantik sekali. Roknya bagus di kamu," balas Leo singkat tapi terdengar tulus.

Nindy merasa pipinya memanas. Ada sensasi aneh yang menjalar di tubuhnya saat melihat balasan Leo. Dia tidak pernah mendapat pujian seperti itu sebelumnya, apalagi dari pria yang baru dikenalnya lewat dunia maya.

Dari situ, Nindy mulai lebih terbuka dengan Leo. Dia mulai bercerita tentang kegiatannya sehari-hari, kesulitan di sekolah, bahkan tentang rasa penasarannya terhadap hal-hal dewasa yang belum dia pahami. Leo mendengarkan dengan sabar dan memberikan jawaban yang menurut Nindy masuk akal.

"Leo, aku mau tanya sesuatu," tulis Nindy suatu malam.

"Tentu, kamu mau tanya apa?" balas Leo cepat.

"Menurutmu, apakah wajar kalau aku penasaran dengan hal-hal seperti itu? Soalnya aku sering membayangkannya tapi malu kalau harus tanya orang lain," tulis Nindy dengan jari sedikit gemetar.

"Sangat wajar, Nindy. Itu bagian dari proses tumbuh dewasa. Yang penting kamu cari tahu dari sumber yang benar dan tidak memaksakan diri," balas Leo panjang lebar.

Nindy menghela napas lega. Dia merasa sedikit beban di hatinya terangkat. Leo tidak menghakiminya seperti yang dia takutkan. Justru pria itu terlihat mengerti dan memberikan dukungan.

"Makasih ya, Leo. Kamu baik sekali," balas Nindy.

"Sama-sama. Aku senang bisa membantu. Oh ya, besok kamu ada acara apa?" tanya Leo mengalihkan topik.

"Besok kan hari Sabtu. Biasanya aku ke perpustakaan untuk baca-baca," tulis Nindy.

"Boleh aku minta foto kamu saat di perpustakaan? Aku penasaran dengan suasana tempat favoritmu," pinta Leo.

Nindy tersenyum kecil. Ada rasa senang yang aneh saat diminta tolong seperti itu. Tanpa banyak berpikir, dia mengiyakan permintaan Leo.

Esoknya, setelah sampai di perpustakaan dan memilih buku yang akan dibaca, Nindy mengambil selfie dengan latar belakang rak buku. Kali ini dia memakai kaus ketat berwarna merah muda yang memang sedikit memperlihatkan bentuk dadanya. Dengan jantung berdebar, dia mengirimkan foto itu ke Leo.

"Kamu terlihat cantik dan cerdas sekaligus. Cocok sekali dengan suasana perpustakaan," balas Leo dengan emoticon hati.

Nindy memerah mendengar pujian itu. Ada rasa senang yang bercampur malu, tapi juga ada rasa penasaran yang semakin membesar. Dia mulai bertanya-tanya, sampai sejauh mana dia akan terbuka dengan Leo? Dan apa yang sebenarnya dia cari dari semua ini?

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca

Lolongan Terakhir di Hutan Kelam

Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas deng...

Baca

Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan

Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di ten...

Baca

Primadona Mengejar Pecundang

Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun...

Baca

Bukan Untuk Kita Bertiga

Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, ya...

Baca

Bukan Gamon

Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cue...

Baca