Xxx Pinggir Usia
Chapter 3: Pertemuan Tak Terduga di Aplikasi Kencan
Hari-hari berlalu, rasa penasaran Nindy belum juga terpuaskan. Dia merasa butuh seseorang untuk berbicara, tapi malu untuk bertanya pada teman-temannya. Suatu sore, saat sedang browsing di internet, mata Nindy tertuju pada sebuah iklan aplikasi kencan online.
Dengan jantung berdebar, dia mengunduh aplikasi tersebut. Setelah membuat profil singkat dengan foto yang cukup aman, Nindy mulai menjelajahi aplikasi. Ada banyak profil pria dengan berbagai usia dan latar belakang.
Tiba-tiba, sebuah notifikasi muncul. Ada pesan masuk dari seorang pria bernama Leo. Nindy membuka pesannya dengan ragu.
"Hai, salam kenal. Kamu cantik sekali. Ada yang bisa saya bantu?" tulis Leo.
Nindy tersenyum kecil. Leo terlihat ramah dan sopan. Dengan perlahan, dia mulai membalas pesan tersebut.
"Hai juga. Salam kenal. Aku cuma iseng-iseng aja sih, coba-coba aplikasi ini," balas Nindy.
"Oh begitu. Kalau boleh tahu, kamu umur berapa? Aku 23 btw," tanya Leo.
Nindy memikirkan sejenak. Sebenarnya dia masih di bawah umur, tapi entah mengapa dia merasa nyaman berbicara dengan Leo. Akhirnya dia memberanikan diri untuk jujur.
"Aku 17. Masih SMA. Maaf ya kalau umurku kurang sesuai denganmu," tulis Nindy.
Tak lama, Leo membalas. "Gapapa kok. Umur cuma angka. Yang penting bisa nyambung aja. Lagian kamu terlihat dewasa untuk cewek seusiamu."
Hati Nindy berbunga-bunga mendengar pujian tersebut. Obrolan mereka berlanjut dengan topik ringan tentang hobi dan kesukaan masing-masing. Nindy mulai merasa nyaman dan senang bisa berbicara dengan Leo.
Malam itu, sebelum tidur, Nindy dan Leo berjanji untuk melanjutkan obrolan mereka keesokan harinya. Nindy berbaring di tempat tidur dengan perasaan bahagia dan penasaran, menantikan percakapan selanjutnya dengan Leo.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.