Terserah Boss
Chapter 3: Kontrol
Di sela-sela kesunyian ruangan yang kaya akan seni dan keindahan, Alexis memandang Clara dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya. Ia tidak lagi hanya menyampaikan perintah, tapi menggoda, menguji, dan menantikan respons Clara. Kebiasaan ketergantungan Clara pada kehidupannya membuatnya menyadari bahwa ia tidak bisa menolak.
“Clara, marilah. Ayo duduk di sampingku,” ajak Alexis dengan suara yang lembut namun tidak bisa disalahartikan. Clara terdiam, sementara hatinya berdebar kencang. Ia tahu bahwa ia tidak boleh menolak. Jika ia menolak, ia akan kehilangan pekerjaan, dan mungkin lebih dari itu.
Lambat laun, Alexis mendekatinya, duduk di sampingnya, lalu memandang matanya dengan tatapan yang tidak biasa. Ia memulai percakapan yang terasa aneh bagi Clara—pertanyaan-pertanyaan yang terasa seperti ujian, seperti tes. Alexis tidak tertarik hanya kepada kepatuhan, tapi ingin melihat bagaimana Clara merespons. Ia menciptakan situasi yang tidak nyaman, memaksa Clara untuk merasa dicurigai, bahwa ia tidak cukup baik, bahwa ia tidak pantas berada di sini.
Clara tidak yakin apa yang sedang terjadi, tapi ia merasa bahwa ia mendekati titik di mana ia tidak lagi memiliki pilihan. Takut kehilangan pekerjaan, takut kehilangan tempat berlindung, dan takut akan kehilangan dirinya sendiri. Ia berada di ambang kehancuran, tetapi ia tidak bisa kabur. Alexis belum selesai dengan ia, dan ia tahu bahwa ini hanya awal dari sesuatu yang lebih besar.
Kebatinannya berubah menjadi ketakutan yang gelap, serta rasa tidak nyaman yang terus-menerus menggerogoti. Ia tidak tahu apakah ia bisa menolak lebih lama lagi, atau apakah ia sudah terjebak dalam permainan yang tidak bisa ia pahami.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.