Senja Tanpa Jawaban
Chapter 1: Bab 1: Rasa Iri yang Menggerogoti
Langit sore itu terlihat cerah, dengan warna oranye dan merah muda yang membaur membentuk gradasi yang indah. Reno duduk di bangku taman sekolah, menatap kosong ke arah teman-temannya yang sedang berkumpul di seberang, tertawa lepas. Wajah mereka bersinar, dan meskipun jaraknya cukup jauh, Reno bisa merasakan energi bahagia yang memancar dari mereka. Tapi, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya—sesuatu yang membuatnya merasa seperti berada di luar lingkaran itu.
"Ah, kenapa aku nggak bisa kayak mereka?" gumam Reno dalam hati. Dia menunduk, matanya menatap kedua tangannya yang sedang menggenggam erat buku catatan. Buku itu terlihat biasa saja, namun di dalamnya, ada coretan-coretan kecil tentang apa yang dia rasakan hari ini. Reno adalah seorang siswa SMA biasa, dengan nilai yang cukup baik, dan sosok yang cukup populer di kalangan teman-temannya. Tapi, ada satu hal yang membuatnya merasa berbeda—dia belum pernah pacaran.
Ia melihat teman-temannya yang sudah punya pacar, seperti Atta, Jojo, dan Kenny. Mereka selalu terlihat bahagia, seolah-olah memiliki seseorang yang spesial membuat hidup mereka lebih berwarna. Sementara Reno, hanya bisa menatap dari jauh, merasa iri dan bertanya-tanya kapan gilirannya akan tiba.
"Hey, Reno! Ngapain lo nongkrong sendirian di sini?" tiba-tiba suara Jojo memecah keheningan. Reno menoleh, melihat Jojo berdiri di depannya dengan senyum lebar. Kenny dan Atta mengikuti dari belakang, wajah mereka penuh tawa.
"Nggak ada apa-apa, cuma... lagi mikir aja," jawab Reno dengan suara datar, mencoba menyembunyikan perasaannya.
Atta tampak curiga dan mendekat, "Mikir soal apa? Jangan bilang lo lagi mikirin seseorang, ya?"
Reno menggeleng, tapi dalam hati ia berharap bisa mengatakan yang sebenarnya—bahwa dia merasa kesepian dan iri melihat mereka semua sudah punya pacar. Tapi, dia memilih untuk diam, karena takut dianggap lemah atau terlalu sentimental.
Setelah teman-temannya pergi, Reno kembali menghela napas panjang. Dia merasakan beban di hatinya semakin berat, tapi ia tahu, dia harus menghadapinya sendiri. Mungkin, suatu hari nanti, gilirannya akan tiba. Tapi untuk sekarang, dia hanya bisa berharap dan menunggu.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.