Pengorbanan Cinta di Bawah Cahaya Rembulan
Chapter 1: Perjumpaan di Bawah Cahaya Rembulan
Di sebuah desa kecil yang tersembunyi di lereng gunung, hiduplah seorang gadis cantik bernama Maya. Maya adalah seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil yang dimiliki oleh keluarganya. Meskipun hidupnya sederhana, Maya memiliki semangat yang besar untuk meraih impian dan memberikan yang terbaik bagi keluarganya.
Maya adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya, Pak Joko, adalah seorang petani yang gigih, sementara ibunya, Bu Ratna, adalah seorang ibu rumah tangga yang penuh kasih sayang. Kakak perempuannya, Nita, telah menikah dan tinggal di desa sebelah, sedangkan kakak laki-lakinya, Rudi, adalah seorang pemuda tangguh yang membantu ayahnya di ladang.
Meski hidup dalam keterbatasan, Maya tumbuh menjadi gadis yang ceria dan bersemangat. Setiap malam, ketika rembulan bersinar terang di langit, Maya suka berjalan-jalan sendirian di pinggiran desa. Di bawah cahaya rembulan yang mempesona, Maya merasa seolah-olah ada sesuatu yang magis dalam keheningan malam.
Hari itu, Maya seperti biasa pergi berjalan-jalan di bawah cahaya rembulan. Namun, kali ini, takdir mempertemukannya dengan seseorang yang akan mengubah hidupnya selamanya. Sesosok pemuda tampan berjalan menyusuri tepian sungai yang berada tidak jauh dari desa. Matanya yang penuh dengan kelembutan menangkap pandangan Maya saat mereka bertemu.
"Pertama kalinya aku melihatmu di bawah cahaya rembulan, dan aku terpesona oleh kecantikanmu," ucap pemuda itu dengan suara yang lembut namun tegas.
Maya terperangah. Dia tidak pernah bertemu dengan pemuda asing seperti ini sebelumnya. Namun, ada sesuatu yang membuatnya merasa nyaman di sekitar pemuda itu.
"Apa yang kau lakukan di sini sendirian?" tanya Maya, mencoba menyembunyikan kegugupannya.
"Pertemuan kita di bawah cahaya rembulan ini mungkin adalah takdir," jawab pemuda itu sambil tersenyum. "Namaku Reza. Aku baru saja pindah ke desa ini dan mencari inspirasi untuk lukisan-lukisanku."
Maya tersenyum. Meskipun mereka baru saja bertemu, dia merasa ada ikatan yang kuat di antara mereka, seolah-olah mereka telah saling mengenal sejak lama.
"Namaku Maya," ucap Maya dengan lembut. "Aku senang bertemu denganmu, Reza."
Di bawah cahaya rembulan yang memancar keindahan, Maya dan Reza saling berbagi cerita tentang diri mereka sendiri. Meskipun mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka menemukan banyak kesamaan dan persamaan dalam impian dan aspirasi mereka.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Ketika cahaya rembulan mulai redup, Maya dan Reza berpisah dengan janji untuk bertemu lagi di bawah cahaya rembulan pada malam berikutnya.
Dengan hati yang penuh dengan kegembiraan dan kegugupan, Maya pulang ke rumah. Namun, di dalam hatinya, dia merasakan bahwa pertemuan mereka di bawah cahaya rembulan adalah awal dari sesuatu yang istimewa.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.