Kamar 404: Hotel Terlarang
Chapter 1: Kamar 404
Malam itu, udara terasa dingin dan misterius. Terowongan cahaya dari lampu jauh di kejauhan memantul di dinding batu yang kusam. Traveler memasuki pintu masuk hotel tua, sebuah bangunan yang seolah tidak pernah mengalami perubahan sejak abad ke-19. Dindingnya berlumur tumbuhan liar dan warna cat sudah mengelupas, menjadikan tempat ini terlihat seperti hantu dunia.
Pengelola hotel, seorang pria tua dengan wajah Sarat kekacauan, memberinya kunci kamar 404. Namun, saat ia memeriksa sistem reservasi, kamar itu tidak pernah tersedia. Traveler merasa ada yang tidak benar, tapi ia tidak punya pilihan. Semua kamar di lantai atas sudah terisi. Di tengah jalan, ia mendengar suara langkah kaki yang tidak jelas di koridor gelap.
Dengan hati berdebar, ia berjalan menuju lantai atas. Tiba-tiba, ia melihat lukisan kuno yang tergantung di dinding. Matanya terasa dipandang oleh bentuk tak dikenal, seolah pemandangan itu memperhatikannya secara intens. Gesekan kaki di lantai menunjukkan jalan keluar, tapi rasa takut menghiasi dirinya.
Kamar 404 mulai muncul di depannya. Pintu terbuka perlahan, dan angin dingin menerjang dari dalam. Dalam kamar terang, ia melihat hal-hal yang seharusnya tidak mungkin terjadi. Masih ada waktu untuk memahami keanehan yang sedang terjadi.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.