Boneka Penukar Jiwa
Chapter 3: Bisikan Kekuatan
Bab 3
Tangan anak itu gemetar. Ia menatap boneka kayu kuno yang berada di tangannya, menggigil di antara sinar bulan yang menerobos celah jendela kecil di loteng. Boneka itu terlihat tidak pernah bergerak, seolah tidak sadar akan kehadirannya. Namun, dalam hati, anak itu merasa sesuatu yang berbeda mengalir—sebuah kekuatan yang diam-diam menanti pengaktifannya.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya lagi, seolah berbicara dengan dirinya sendiri. Ia menggenggam boneka lebih erat, mencoba mencari tahu tembusan yang bisa dilihat dari kekakuan bahan baku kayu itu. Setelah mencoba beberapa kali, ia menemukan satu retakan kecil di sisi kiri, seolah seperti celah yang menunggu untuk diisi.
Dengan hati berdebar, ia mengambil alat kecil dari saku bajunya—sebuah peniti berkarat. Ia menancapkannya ke dalam retakan, mengharapkan sesuatu akan terjadi. Tapi, seketika itu juga, suara angin yang sebelumnya hanya terdengar lirih kini bersuara keras, menggema di seluruh ruangan. Bayangan yang tidak terlihat jelas menghampiri, seolah mengamati apa yang ia lakukan.
Kepala anak itu berputar cepat. Ia merasa sesuatu yang ganjil meliputi ruangan. Boneka itu tiba-tiba bergerak, seolah memahami apa yang ia lakukan. Matanya terbuka, dan dalam tatapan itu, ia merasakan kekuatan mengalir ke dalam dirinya. Tapi, di tengah tangannya, bayangan itu semakin dekat, menggentarkan hati dan jiwa.
"Jangan lakukan itu," desis suara dari balik gelap. Ia tidak tahu siapa yang berbicara, tetapi ia menyadari bahwa ia sedang berada dalam jantung sebuah misteri yang mungkin tidak akan pernah berakhir.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.