Boneka Penukar Jiwa
Chapter 1: Kepedihan yang Tersembunyi
Kabut malam itu menyelimuti desa dengan perlahan, seperti menghiasi jalan-jalan yang sunyi dan seusai menghabiskan hari di bawah langit yang gelap. Rumah nenek berdiri di tengah hutan, seolah ia terpisah dari alam sekitarnya. Kaki-kaki anak itu bergetar pelan saat ia menginjak tanah kering yang masih basah dari hujan pagi tadi. Ia mengangkat langkah kecil-kecil ke dalam loteng, langkah yang sudah ia tunda selama berhari-hari.
Tangga itu begitu sempit, dan setiap langkah menghantarkan rasa takut yang tak terucapkan. Di depan, ia melihat kegelapan yang menggantung, bergantung pada sinar remang-remang dari laci kuno sebelah dinding. Di sana, di dalam laci itu, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Mata anak itu menyipit saat ia melihatnya — sebuah boneka kayu yang terlihat usang, dengan benda-benda aneh yang melekat di tubuhnya. Tubuhnya tampak menggigil, seolah tertawa kecil.
Dengan hati berdebar, anak itu mengambil boneka itu dan menyentuhnya dengan jari. Walau sudah tua, bahan kayu itu begitu hangat, seakan ada kehidupan di dalamnya. Ia merasa ada sesuatu yang mengatakan, 'kamu belum siap.' Namun, rasa penasaran itu memaksa ia melangkah ke depan, menuju kegelapan yang tak terduga.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.