delete lagi
Chapter 3: Gairah Terlarang
Malam itu setelah pulang dari tempat pijat, aku dan istriku seperti pasangan baru menikah. Gairah kami membara setelah sesi yang menggairahkan tadi. Di atas ranjang, kami bercinta dengan penuh nafsu. Istriku seperti wanita lain yang sangat bernafsu. Dia melayani dengan penuh semangat, mengeksplorasi berbagai gaya yang jarang kami lakukan sebelumnya. Aku merasa sangat bahagia dan puas malam itu. Istriku juga terlihat sangat menikmati. Kami tertidur dengan pelukan hangat, saling memeluk erat.
Sejak malam itu, rutinitas bercinta kami semakin hot dan intens. Hampir setiap malam kami melakukannya, bahkan kadang di pagi hari sebelum beraktivitas. Istriku juga jadi lebih terbuka dan berani mencoba hal baru di ranjang. Aku semakin bersemangat merayu istriku untuk mencoba pijat sensual lagi. Tapi dia selalu menolak dengan alasan malu atau takut ketahuan.
Sudah hampir sebulan kami rutin bercinta setiap hari, tapi belum ada tanda-tanda istriku hamil. Aku mulai resah karena ingin segera punya anak. Istriku menyadari kegelisahanku dan berusaha menyemangatiku. "Tenang aja sayang, pasti sebentar lagi kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan. Istrimu ini masih subur kok, jadi kemungkinan besar akan segera hamil."
Aku tersenyum mendengar semangatnya. Tapi diam-diam aku punya ide gila di kepala. Bagaimana kalau aku menyuruh istriku dientot anakku sendiri, putra kami yang sudah berusia 15 tahun? Toh kalau sampai hamil, anaknya kan juga anakku sendiri, jadi tidak masalah kan?
Siang itu saat anak kami sedang sekolah, aku cerita ide gilaku pada istriku. Dia kaget bukan kepalang mendengarnya. "Gila kamu! Masa anak sendiri mau kamu suruh gituan sama ibunya sendiri!" bentaknya.
Aku mencoba merayunya. "Lha wong itu kan cowok juga sayang. Kan sama aja kayak kamu dientot pria lain. Bukankah itu juga salah satu fantasimu?"
Istriku menggeleng keras. "Tapi kan dia anak kita sendiri! Dia juga pasti masih perjaka. Mana tega aku merenggut keperjakaannya."
Aku tertawa kecil. "Kamu kan juga penasaran kan sejak kejadian di pijat dulu? Pasti kamu juga ingin merasakan lagi kontol pria lain menggesek memekmu. Apalagi anak kita ini, pasti punya kontol yang besar dan perkasa."
Istriku memerah mendengar rayuanku. "Tapi... aku tidak yakin dia berani ngentot ibunya sendiri. Walaupun diam-diam dia pasti juga punya fantasi begitu."
Aku tersenyum licik. "Tenang aja, aku akan mengatur semuanya. Kamu tinggal nurut aja sama aku. Pasti seru kok."
Istriku masih ragu tapi terlihat tertarik juga dengan idemu. Aku semakin bersemangat meyakinkannya. "Ayo sayang, demi mewujudkan impian kita berdua. Kamu juga pasti penasaran kan gimana rasanya dientot anak sendiri?"
Istriku terdiam, memikirkan usul gilaku. Aku yakin sebentar lagi dia akan menyerah pada rayuanku. Aku tidak sabar menunggu hari dimana fantasi terlarangku akan terwujud.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.