Terkutuk di Rumah Berhantu: Misteri Malam yang Tak Berujung
Chapter 4: Hujan yang Mencekam
Saat Bela istirahat di bawah pohon yang teduh, cuaca tiba-tiba berubah. Mendung yang gelap menggantikan langit biru cerah, dan awan hitam berkumpul di atas mereka. Tanpa aba-aba, hujan mulai turun dengan deras, mengguyur mereka dengan air sejuk.
Tina menoleh ke langit yang mendung. "Kita perlu segera mencari tempat perlindungan!" ujarnya dengan nada panik. Namun, ketika mereka mencoba untuk berdiri dan berjalan, mereka menyadari bahwa hujan telah membuat jalanan berubah menjadi licin dan berlumpur. Langkah mereka terasa berat dan tidak stabil, seolah-olah hutan itu sendiri menghalangi mereka untuk melanjutkan.
Alan mencoba untuk memimpin mereka ke tempat yang lebih aman, tetapi setiap langkah yang mereka ambil terasa berat dan sulit. Hujan deras yang mengguyur membuat perjalanan mereka semakin sulit, dan mereka merasa semakin terjebak dalam hutan yang misterius ini.
Dalam ketegangan yang semakin mendalam, mereka terus berusaha mencari tempat perlindungan sambil berharap hujan akan segera berhenti. Tetapi hujan terus turun, seolah-olah tidak ada akhirnya. Mereka merasa dingin, basah, dan lelah. Ketakutan terhadap bahaya yang mungkin mengancam mereka di hutan ini semakin besar, dan pertanyaan tentang rumah tua yang ditinggalkan dan peringatan dari nenek tua tersebut semakin menghantuinya.
Akhirnya, setelah berjuang melawan hujan dan jalanan yang licin, mereka menemukan sebuah gua kecil di lereng bukit. Mereka berlindung di dalam gua tersebut, mencoba untuk melindungi diri dari hujan yang terus turun. Sementara mereka duduk di dalam kegelapan gua, pertanyaan-pertanyaan misterius terus menghantui pikiran mereka. Apakah mereka akan berhasil keluar dari hutan ini dengan selamat, ataukah ada bahaya yang lebih besar yang menunggu mereka di dalam kegelapan hutan yang suram ini?
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.