Si Bodoh yang Jenius
Chapter 2 : Ketika Bunga Tak Bisa Berhitung
Pelajaran fisika siang itu seperti neraka bagi Maria. Bu Siska berdiri di depan kelas dengan wajah masam, tangannya menunjuk papan tulis yang penuh rumus mekanika. "Maria, coba kamu yang jawab!" suaranya menggelegar saat menunjuk gadis yang sedang asik menggambar bunga di pinggiran bukunya.
Seluruh kepala di ruangan itu menoleh ke arah Maria. Dengan gerakan lamban, dia berdiri sementara tangan kirinya masih memainkan ujung pita rambut. "Emm... percepatan gravitasi..." suaranya ragu, mata berkedip-kedip seperti anak kecil yang ketahuan mengambil kue. "9.8 meter per detik kuadrat?"
"Pertanyaannya tentang hukum Newton ketiga, bukan gravitasi!" Bu Siska menghela napas. "Ini minggu ketiga aku menegurmu, Maria. Kamu harus belajar lebih serius!"
Dari bangkunya di barisan tengah, Jojo mengamatinya dengan perasaan campur aduk. Maria hanya tersenyum malu, menggaruk pelipisnya yang sudah memerah. "Maaf bu, besok saya pasti belajar lebih giat," janjinya dengan suara lirih yang membuat beberapa siswa lain tersenyum simpati.
Ketika bel berbunyi, Jojo menyaksikan Maria langsung dikerubungi teman-teman. Rika mengulurkan buku catatannya, sementara Andi menawarkan bantuan belajar. Anehnya, Maria malah tertawa lepas saat mereka menawarkan les tambahan. "Wah, kalian baik banget! Tapi nanti malah ketularan bodohku," candanya sambil memeluk buku ke dada.
Jojo menggerutu dalam hati saat melihat reaksi mereka. "Dasar hipokrit," pikirnya sambil membanting buku fisika ke tas. Tapi matanya tak bisa lepas dari cara Maria mengangguk-angguk antusias saat Rika menjelaskan rumus tadi, seolah-olah dia benar-benar tertarik meski jelas tak paham.
Kesabaran Jojo benar-benar diuji ketika pelajaran kimia berikutnya. Pak Yusuf menyuruh mereka berpasangan untuk eksperimen kecil. Maria dengan wajah berseri mendekatinya. "Jojo, kita partner yuk!" ujarnya sambil menjinjitkan kaki, matanya berbinar seperti anak kecil yang meminta permen.
"Aku lebih baik kerja sendiri," jawabnya kasar, sengaja menghindari tatapan mata Maria yang tiba-tiba redup. Tapi hati kecilnya berontak ketika melihat bahu Maria yang sedikit turun saat berbalik mencari partner lain.
Sepanjang eksperimen, Jojo tak sengaja terus mengamati Maria yang salah menuangkan larutan sampai tumpah. Wajahnya yang panik ketika cairan berubah warna tak sesuai prosedur, lalu tawa nervousnya yang seperti musik kecil ketika partner barunya menggeleng-gelengkan kepala. "Kenapa dia bisa tetap tersenyum dalam keadaan seperti itu?" pertanyaan itu mengusiknya lebih dari soal-soal kimia di depannya.
Hari itu berpuncak pada pelajaran bahasa Inggris. Bu Lita mengumumkan nilai ujian minggu lalu. "Nilai tertinggi Jojo dengan 98, dan..." dia berhenti sejenak, "Maria, kamu harus remedial." Suara riuh rendah mengisi kelas.
Jojo menengok ke belakang. Maria sedang menunduk, rambut hitamnya seperti tirai yang menutupi wajah. Untuk pertama kalinya, dia melihat senyum itu menghilang. Sesaat sebelum bel pulang berbunyi, air mata jatuh di kertas ujian bernilai 42 di hadapan Maria—tetes kecil yang membuat sesuatu di dada Jojo terasa sesak.
Her Eyes on Me
pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh rasa denganku. Dia meminta bantuan salah satu partnerku bapak-bapak yang berusia jauh lebih tua dariku. Laki-laki itu menghabiskan sisa waktu kegiatan di hotel dengan curhat kepada bapak itu untuk mendekatiku. Sesekali meminta bantuannya untuk memberikan gantungan kunci dan beberapa kue. Dia tidak berhenti meskipun sudah beberapa kali aku menjauh. Sampai akhirnya terungkap bahwa laki-laki itu melihatku sama dengan kekasihnya yang sudah lebih dulu meninggal. Kekasihnya meninggal karena sakit. Dia membersamai kekasihnya sampai detik akhir hayatnya. Bayangan kekasihnya muncul ketika melihatku. Tapi aku menolaknya. Aku takut dia hanya hidup dalam bayang-bayang kekasihnya.
read more
Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia
Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan dan rahasia yang disimpan, Nara terjebak dalam perselingkuhan yang mengubah hidup tiga orang sekaligus. Saat kebohongan terasa lebih mudah daripada kejujuran, satu keputusan akan menentukan: apakah cinta masih layak diperjuangkan, atau justru harus dilepaskan selamanya?
read more
Si Bodoh yang Jenius
Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelajaran. Namun setelah dipasangkan untuk belajar bersama, Jojo perlahan kagum dengan kerja keras Maria. Maria yang dulunya selalu gagal, kini semakin berkembang berkat bimbingan Jojo. Senyuman dan semangat Maria membuat hati Jojo goyah. Semakin lama, Maria tidak hanya belajar dengan baik, tapi juga menanjak pesat hingga membuat Jojo terancam. Dari hubungan guru–murid kecil-kecilan, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan hangat yang penuh ketegangan batin karena persaingan.
read more
Lolongan Terakhir di Hutan Kelam
Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas dengan tubuh tercabik. Arman, seorang pemuda desa, mulai menemukan bahwa keluarganya terikat kutukan manusia serigala. Saat ayahnya berubah menjadi monster, rahasia kelam keluarga terkuak. Arman harus melawan bukan hanya ayahnya, tapi juga roh serigala purba yang berusaha mengambil alih tubuhnya. Dengan pisau bulan, ia berusaha menghentikan kutukan, namun setiap langkah justru menyeretnya semakin dalam ke dalam kegelapan.
read more
Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan
Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di tengah kebingungan, dihadapkan pada pilihan antara Adi—cinta lama yang kembali meminta kesempatan—dan Damar, sahabat yang tulus namun diam-diam mencintainya. Di perjalanan, Rania menemukan bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan pada kenangan, tapi juga berani membuka pintu baru. Apakah Rania akan memilih cinta yang pernah menyakitinya, atau cinta baru yang penuh ketenangan?
read more
Primadona Mengejar Pecundang
Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun saat melihat keteguhan dan potensi tersembunyi Zeno, ia justru berbalik jatuh hati dan bertekad membimbingnya. Tak disangka, Zeno bukan hanya menyusulnya, tapi mengalahkannya—baik dalam pelajaran, maupun dalam permainan perasaan......
read more
Bukan Untuk Kita Bertiga
Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, yang ternyata memiliki perasaan pada Dira. Dira, yang menyadari hal itu, mencoba menjauh demi menjaga persahabatan mereka, tapi justru menyebabkan konflik batin yang lebih besar. Kisah ini menggambarkan cinta yang tidak bisa dimiliki tanpa menghancurkan sesuatu yang lain.
read more
Bukan Gamon
Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cuek dan introvert—tiba-tiba muncul dalam hidupnya. Sifat Hadnyan yang suka jahil tapi tidak pernah benar-benar hadir membuat Vira bimbang: nyaman, tapi terluka. Siklus hadir-menghilang Hadnyan membuat Vira kelelahan secara emosional, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Namun, Hadnyan yang selama ini diam mulai berubah. Perasaan mulai jujur disampaikan, luka mulai diobati.
read more
Now You’re My Favorite Hello
Aisha, siswi baru di SMA, terjebak dalam dinamika hati antara Rian—sahabat sekaligus cinta pertamanya—dan sang kakak kelas misterius yang selalu menyapanya dengan hangat. Saat proyek, lomba, dan momen-momen tak terduga mempererat mereka, pilihan sulit menanti di akhir. Di malam purnama terakhir sebelum keputusan terungkap, hati Aisha bergetar: akankah ia memilih kenyamanan bersama Rian, atau keberanian merespons sapaan hangat sang kakak kelas? perjalanan mereka berujung pada satu momen yang menentukan segalanya…
read more