Pahlawan Pilihan? Salah Orang!

Chapter 4: Bab 4: Kekacauan di Istana

Langit ungu keunguan masih menyelimuti Istana Agung, menciptakan suasana yang semakin mencekam. Gemuruh rendah yang terdengar sejak Ramalan Agung diumumkan semakin membingungkan semua orang di dalam istana. Para pelayan terus berlarian, sementara para penasihat kerajaan masih bertengkar di ruang takhta, mencoba mencari solusi yang sepertinya tidak pernah datang.

Di tengah kekacauan ini, Joni, sang pegawai call center yang tiba-tiba muncul, masih berdiri di tempat yang sama, memegang headset-nya dengan erat. Ia memandang sekeliling dengan ekspresi bingung dan sedikit terhibur. 'Ini seperti acara cosplay terburuk yang pernah saya lihat,' gumamnya sambil menggaruk kepala.

Seorang pelayan muda yang mengenakan jubah panjang yang sedikit terlalu besar untuknya mendekati Joni dengan hati-hati. 'Tuan Pahlawan,' bisiknya, 'Ramalan Agung telah memanggilmu. Apa yang harus kita lakukan?' Joni memandang pelayan itu dengan mata bulat, kemudian tertawa kecil. 'Tuan Pahlawan? Saya hanya Joni dari departemen pembayaran. Paling-paling saya bisa membantu kamu dengan kartu kredit yang macet.'

Suara tawa kecil meledak di antara para pelayan yang mendengar percakapan itu. Bahkan beberapa penasihat kerajaan yang tadinya sibuk berdebat berhenti sejenak untuk melihat apa yang terjadi. 'Dia benar-benar aneh,' kata seorang penasihat sambil menggeleng-gelengkan kepala. 'Tapi mungkin aneh inilah yang kita butuhkan.'

Sementara itu, bola kristal di sudut ruangan tiba-tiba berkedip lebih keras, dan suara-suara aneh mulai keluar dari perangkat komunikasi magis. 'Error kritis terdeteksi!' suara itu mengumumkan, membuat semua orang di ruangan itu tertegun. 'Jadwal magis mengalami gangguan. Segala upaya sedang dilakukan untuk memperbaikinya.'

Joni mendekati bola kristal itu dengan penasaran. 'Ini seperti komputer yang terkena virus,' katanya sambil mengetuk-ngetuk bola tersebut. Tiba-tiba, bola itu berhenti berkedip, dan suara gemuruh rendah kembali terdengar. 'Pesan sihir telah diterima. Pahlawan dipanggil untuk memperbaiki kesalahan.'

Semua mata di ruangan itu tertuju pada Joni, yang sekarang tampak sedikit gugup. 'Jadi, saya harus menjadi IT Support untuk dunia magis ini?' tanyanya sambil tersenyum kecut. Para pelayan dan penasihat saling berpandangan, lalu tiba-tiba pecah dalam tawa. Suasana tegang yang sebelumnya menyelimuti istana perlahan mencair, digantikan oleh kebingungan dan tawa yang mengawali petualangan yang tak terduga.

Bab ini berakhir dengan Joni berdiri di tengah istana, dikelilingi oleh tawa dan harapan baru. Langit ungu masih berkilauan di atas mereka, menandakan bahwa petualangan mereka baru saja dimulai.

Sponsor
Banner sponsor muncul setelah chapter selesai dibaca agar ritme membaca tetap utuh.

Rekomendasi Novel

Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.

deleted

delete

Baca

Penantang Takdir

Saat gerbang antar dimensi terbuka di bumi, selurung dimensi terhubung. Sistem antar bintang yang memiliki konsel level...

Baca

Ketika Bertahan Tak Lagi Bernama Cinta

Raka dan Alena adalah pasangan lama yang bertahan bukan karena bahagia, melainkan karena takut kehilangan. Di balik hubu...

Baca

CEO yang belajar Melihat Dari Gadis Buta

seorang CEO muda yang sukses namun dingin Dan tertutup akibat penghianatan di masa lalunya. hidupnya berubah ketika bert...

Baca

le

harus bisa

Baca

Saat Bosan Mengajarkan Penghianatan

Alya dan Raka adalah pasangan SMA yang terlihat sempurna, namun kebosanan perlahan menggerogoti hubungan mereka. Saat pe...

Baca
Her Eyes on Me

Her Eyes on Me

pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh ra...

Baca

Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia

Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan...

Baca

Si Bodoh yang Jenius

Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelaja...

Baca