Nanti Juga Sembuh Sendiri
Chapter 5: Rintangan yang Menguatkan
Hari-hari berlalu dengan cepat, dan hubungan Asha dan Arya semakin erat. Mereka menghabiskan waktu bersama di perpustakaan, berbagi cerita tentang impian dan ketakutan mereka. Asha mulai merasakan sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan, tetapi dia ragu untuk mengakuinya. Arya, di sisi lain, sudah lama menyimpan perasaan untuk Asha, meskipun dia takut untuk mengungkapkannya.
Suatu sore, mereka duduk di taman sekolah, menikmati keheningan yang nyaman. Matahari mulai terbenam, menciptakan langit yang penuh warna. Asha menatap Arya, dan hatinya berdebar kencang. Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi kata-kata itu terjebak di tenggorokannya. Arya, yang merasakan ketegangan, mencoba untuk memecah kebisuan. 'Asha, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,' katanya dengan suara lembut.
Asha mengangguk, hatinya berdebar lebih kencang. 'Aku juga,' jawabnya. Namun, sebelum mereka bisa melanjutkan, teman sekelas mereka, Rina, tiba-tiba muncul. 'Hei, kalian berdua! Ada rapat klub besok, jangan lupa ya!' serunya dengan semangat. Momen itu terputus, dan Asha serta Arya saling memandang dengan rasa kecewa yang tersembunyi.
Malam itu, Asha berbaring di tempat tidurnya, memikirkan apa yang hampir terjadi. Dia tahu bahwa ada rintangan antara mereka, tetapi dia juga tahu bahwa perasaannya semakin kuat. Arya, di kamarnya sendiri, merenungkan hal yang sama. Mereka berdua tahu bahwa mereka harus menghadapi rintangan ini jika mereka ingin hubungan mereka berkembang lebih jauh.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.