Meraih Mimpi
Chapter 5: Malam Romantis di Bioskop
Keesokan harinya, Nisa mendengar bunyi telepon genggamnya. Ia melihat nama Ardi terpampang di layar. Setelah beberapa kali bergetar, Nisa mengambil napas dalam-dalam dan menjawabnya.
'Hai, apa kabar?' tanya suara Ardi dari seberang.
'Hai, baik-baik saja. Kamu?' jawab Nisa sambil tersenyum.
'Aku juga baik. Aku ada rencana untuk nonton film di bioskop malam ini. Ada film baru yang bagus. Mau ikut?' tanya Ardi.
Nisa merasa jantungnya melompat. Ia merasa gembira. 'Mau dong,' jawabnya dengan xbahagia.
'Bagus. Aku jemput kamu pukul tujuh malam,' kata Ardi.
'Ok,' jawab Nisa.
Mal pundits minim Nisa bersolek dan mengenakan baju yang sederhana tapi menarik. Ia merapikan rambutnya danMEMERIKSA semua yang diperlukan sebelum berangkat. Pukul tujuh, Ardi sudah berada di depan rumahnya.
'Kamu terlihat cantik malam ini,' kata Ardi sambil memberikan senyum hangat. Nisa merasaidian merona dan mengucapkan terima kasih.
Mereka berangkat ke bioskop. Di tengah perjalanan, mereka berbincang-bincang tentang film yang akan ditonton. Sesampainya di bioskop, film baru saja akan dimulai. Ardi membelikan Nisa popcomovic dan minuman kesukaannya.
Di dalam bioskop, mereka duduk berdampingan. Film yang mereka tonton adalah sebuah film dramatik yang dipenuhi dengan adegan romantis. Ketika adegan klimaks Shownewe, Ardi meraih tangan Nisa yang sedang menonton film.
Nisa merasa jantungnya semakin cepat, tapi ia tidak menarik tangannya. Mereka saling menatap mata, dan Ardi tersenyum. Nisa juga tersenyum, menikmati momen tersebut.
Ketika film berakhir, mereka keluar dari bioskop. Malam hari yang sejuk, dan suasana kota yang tenang membuat suasana semakin romantis.
Ardi mengantar Nisa pulang dengan motor. Dengan rasa yangsawk, Ardi menurunkan Nisa di depan gerbang kampus. Mereka saling menatap, dan pertama Merasa yang tidak terucapkan meziarah kan.
Ardi meraih tangan Nisa dan menariknya lebih dekat. Mereka berbagi ciuman mesra di bawah lampu jalan yang remang-remang. Nisa merasa seperti di atas awan, kebahagiaan yang tak terk ніколи felt.
Namun, setelah ciuman itu, Nisa merasa sedikit bingung. Ia tidak mengetahui harus bagaimana dengan perasaannya. Ia menatap Ardi yang tersenyum hangat padanya.
'Kita respawn dulu,' kata Ardi. 'Aku antar kamu pulang dulu.'
'Baik,' jawab Nisa.
Ketika Ardi pergi, Nisa memandang langit malam yang dipenuhi dengan bintang. Ia tersenyum, tapi juga merasa bahwa hidupnya kini sedang dalam mas Organization baru yang belum pernah dialaminya sebelumnya.
Nisa pulang dengan hati yang berat, merenungkan semua yang terjadi dan bertanya-tanya akan masa depannya bersama Ardi.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.