Langit dan Luka: Kisah Cinta Dua Dunia
Chapter 2: Ketidaknyamanan di Samping
Dengan mata masih mengantuk, Raka memejamkan mata dan berbaring ke samping Aruna. Tidurnya yang tak terduga mengganggu kelancaran kelas. Sejumlah murid menatapnya dengan heran, sementara Aruna menghela napas dalam-dalam. Suasana kelas yang sebelumnya tenang kini terasa penuh kekacauan. Ia mencoba fokus pada soal yang ada, tetapi Raka terus menggerakkan badannya, tiba-tiba mengerjakan soal, tiba-tiba kembali tidur.
Suara murmur dari teman-temannya memperparah kesalahan Aruna. Ia merasa malu dan frustrasi. Tidak seperti biasanya, hari ini ia tidak bisa berpura-pura bahwa Raka tidak ada. Sebaliknya, ia merasa terus-menerus terganggu oleh kehadiran sang berandalan. Aruna memandang Raka, yang tampak begitu tak berdaya di sela-sela kelas. Di bawah sorotan mata yang kritis, wajah Raka tidak terlihat lagi sebagai ancaman, melainkan seperti sekadar anak yang tak tahu bagaimana mengelola dirinya sendiri.
Aruna mulai merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Ia berusaha mengingat bahwa ini hanya kebetulan, tetapi pikirannya terus-menerus tertarik pada Raka. Apa yang membuatnya merasa begitu? Ia tidak tahu, tetapi sesuatu yang tidak biasa mulai muncul dalam dirinya.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.