Kereta Cinta SMA
Chapter 4: Momen Singkat Penuh Arti
Rizki duduk di kursi kereta, matanya tidak bisa lepas dari gadis di seberangnya. Intan, begitulah ia mendengar namanya disebut oleh teman yang duduk di sebelahnya. Gadis itu tampak begitu bersahaja, namun ada sesuatu yang mempesona dari setiap gerak tubuhnya. Rizki merasakan keajaiban dari pertemuan mata singkat mereka, seperti ada aliran listrik yang tiba-tiba menghubungkan dua dunia yang berbeda.
Intan menunduk ke bukunya, tapi Rizki bisa melihat senyum kecil yang melintas di bibirnya. Ia merasa hatinya berdebar lebih kencang, seolah ada sesuatu yang besar akan terjadi. Kereta terus melaju, membawa mereka dalam momen yang singkat namun penuh arti. Rizki mencoba untuk tidak menatap terlalu lama, tapi matanya seolah tertarik untuk terus melihat. Ia merasa ada aura misteri yang mengelilingi Intan, seolah ia membawa rahasia yang belum terungkap.
Untuk sesaat, Intan menoleh dan menatap Rizki. Ada sesuatu dalam tatapannya yang membuat Rizki merasa terpana. Ia mencoba untuk tersenyum, tapi kecanggungannya menaburkan humor halus. Intan tersenyum balik, lalu kembali menunduk ke bukunya. Rizki merasa ada koneksi yang tiba-tiba tercipta, seolah ada tabir rahasia yang mulai terbuka.
Kereta melambat saat memasuki stasiun berikutnya. Rizki melihat ke luar jendela, melihat orang-orang yang turun dan naik. Ia kembali menoleh ke arah Intan, tapi gadis itu sudah berdiri dan bersiap turun. Rizki merasa ada keinginan untuk mengikuti, tapi kakinya terasa berat. Ia hanya bisa menatap saat Intan melangkah keluar dari gerbong, meninggalkan bayangan yang tak bisa ia lupakan.
Kereta mulai bergerak lagi, membawa Rizki semakin jauh dari stasiun itu. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. 'Mungkin itu hanya kebetulan,' pikirnya. Tapi hatinya tak bisa tenang. Ia merasa ada sesuatu yang berubah, sesuatu yang kecil tapi signifikan. Rizki menatap ke luar jendela, melihat pemandangan yang berlalu cepat. Pohon-pohon tinggi, sawah yang luas, dan langit biru yang cerah seolah menjadi teman setia dalam perjalanannya. Tapi pikirannya tidak fokus pada pemandangan itu. Ia larut dalam lamunan, membayangkan apa yang mungkin menunggu di ujung perjalanan.
Rizki merasakan getaran halus dari kursi yang ia duduki, seolah kereta itu sendiri sedang berbicara padanya. Suara roda yang berderak di atas rel, suara penumpang yang berbincang pelan, dan suara angin yang menerpa jendela, semuanya menyatu menjadi simfoni yang menenangkan. Tapi di balik ketenangan itu, ada kegelisahan yang tak bisa ia abaikan. Hatinya berdebar-debar, seolah ada sesuatu yang besar akan terjadi.
Ia mencoba mengingat mimpinya semalam. Mimpi itu samar, tapi ia bisa merasakan kehangatan dan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ada seseorang di dalam mimpinya, seseorang yang membuatnya merasa utuh. Tapi wajahnya tak bisa ia ingat, hanya perasaan itu yang tertinggal. Rizki berharap, mungkin hari ini ia akan menemukan orang itu, atau setidaknya, menemukan petunjuk yang akan membawanya lebih dekat pada impiannya.
Kereta terus melaju, membawa harapan yang masih tersembunyi di balik keheningan. Rizki merasa ada sesuatu yang menarik dari pertemuan singkatnya dengan Intan. Ia tidak tahu apa yang baru saja terjadi, tapi ia merasa ada sesuatu yang berubah. Mungkin ini adalah pertemuan yang ia tunggu-tunggu, atau mungkin ini hanya awal dari sesuatu yang lebih besar. Kereta membawa mereka dalam momen yang singkat namun penuh arti, meninggalkan Rizki dengan perasaan yang tak bisa ia jelaskan.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.