Hunter Kalah, Sistem Bangkit: Akulah Harapan Terakhir
Chapter 3: Jalan Kehancuran
Danu berjalan perlahan di jalan Sudirman, yang sebelumnya direnggut oleh kehancuran dan reruntuhan. Namun, kini jalan itu berubah. Pohon-pohon rindang di pinggir jalan tak lagi ada, digantikan oleh bangunan-bangunan antik yang layaknya dari masa lalu yang punah. Atmosfer kota terasa berbeda, seperti mantap di antara debu dan kebisingan sebuah dimensi yang tidak ia kenal.
Tiba-tiba, di ujung jalan, sesuatu bergerak. Sebuah bentuk besar, berlengkup sosok yang tak mirip manusia, memperlihatkan tubuh terdistorsi dan tangan yang mengeluarkan suara keras. Monsternya menyerang dengan kecepatan yang tidak terduga, menghantam bangunan di sampingnya dengan kekuatan yang mengerikan. Danu terjatuh ke belakang, menghindari serangan pertama, tetapi tubuhnya sekarat dari cemas.
Kaki dan tangan Danu bergetar, seolah tidak berdaya. Namun, dari dalam ponselnya, suara sistem berbisik kembali: 'Pilih tindakan: Hidup atau Mati.' Di layar, ia melihat pilihan baru muncul: 'Serang' dan 'Lari'. Danu memilih serang, meski hatinya berdebar keras.
Sebuah energi muncul dari tangannya, dan ia menembakkan satu serangan ke arah monster. Serangan itu memukul monster dengan tepat, tapi hanya menyebabkan kemarahan. Monster bergerak lebih cepat, dan segera menghabiskan semua kekuatan Danu dalam serangan berikutnya. Ia terjatuh, terluka, dan terdengar suara sistem yang berbisik: 'Level: 1' dan 'Statistik: Kekuatan +2'. Ia sadar, ia sudah berada di garis depan pertarungan.
Danu terduduk, mengedipkan mata, sementara monster kini berada di dekatnya. Ia menatap ke arah layar ponselnya, tahu ia tidak lagi memiliki waktu untuk bimbang. Ia harus bertahan, dan bertarung, untuk mencari jalan keluar dari dunia yang kini ia masuki.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.