Her Eyes on Me
Chapter 2 : Diam-Diam Memerhatikan
Aku mengatur napas dalam-dalam sebelum mendorong pintu ballroom. Udara dingin ber-AC menyergap kulit, bertolak belakang dengan suhu tubuhku yang masih hangat karena insiden di lobi. Kursi berjajar rapi menghadap podium besar di depan. Sebagian peserta sudah duduk dengan tenang.
‘Kursimu di A-17,’ bisik panitia sambil menunjuk deretan ketiga. Langkahku terburu-buru melewati punggung peserta lain yang sibuk dengan laptop atau catatan. Kursi plastik berdesain ergonomis itu terasa dingin saat ku duduki.
Sepuluh menit sebelum acara dimulai, gerakan di pintu belakang menarik perhatianku. Punggungku langsung menegang ketika melihat sosok jaket denim masuk dengan langkah santai. Rambut ikalnya masih berantakan seperti di lobi tadi. Tanpa ragu, dia berjalan tepat ke barisan belakangku—kursi B-17.
‘Kebetulan sekali,’ gumamnya pelan saat melalui samping kursiku. Aku memainkan ujung pulpen di atas kertas kosong, mencoba tak menoleh. Bau vanilla samar bertiup saat dia lewat.
Pembicara mulai menyampaikan materi tentang pendidikan karakter. Tapi konsentrasiku buyar oleh desahan kecil dari belakang setiap kali pembicara mengatakan sesuatu klise. Aku bisa merasakan tatapannya membakar tengkuk. Bola mataku menyipit saat mencoba fokus ke layar proyektor.
Ketika kuberanikan menoleh sekilas, tangannya sedang bermain-main dengan kancing jaket denim. Sesaat matanya bertemu milikku—hitam, mengintip dari bawah bulu mata lebat. Dadaku berdebar dua kali lebih kencang. Aku cepat-cepat memalingkan muka.
‘Materinya membosankan, ya?’ bisiknya tiba-tiba dari belakang. Aroma kayu oaknya menyelinap di antara celah kursi. Napasku tersendat saat bisikan hangat itu mengenai telinga.
Tubuhku miring sedikit menjauhi sandaran kursi. ‘Tolong fokus,’ jawabku serendah mungkin sambil menatap lurus ke depan. Tapi tangan berkeringat menggenggam pulpen hingga ruas-ruas jari memutih.
Sepanjang sesi berikutnya, sepatu sneaker hitamnya sesekali menyentuh kaki kursiku. Gerakan kecil itu seperti sengaja. Kupaksakan diri tetap diam, tapi detak jantung berdebar seperti genderang perang. Saat sesi tanya jawab dimulai, aku justru lega teralihkan.
‘Waktunya istirahat!’ bentak pembicara. Aku bangkit terlalu cepat, map dokumen jatuh berantakan. Sebelum sempat kurapatkan, tangan dengan pergelangan ramping sudah mengulurkan kertas-kertas itu.
‘Hati-hati,’ ucapnya dengan nada yang terlalu dalam untuk ukuran enam huruf itu. Jari-jemariku gemetar menyentuh ujung kertas yang dipegangnya. Kontak singkat itu mengirimkan kehangatan seperti sengatan listrik kecil melalui lengan.
Aku menggigit bibir bawah sembari berjalan cepat ke pintu keluar, pergi tanpa menoleh. Tapi punggungku masih bisa merasakan tatapan hitam itu membakarnya—tajam dan tak tergesa.
Her Eyes on Me
pertemuan ttidak sengaja seorang laki-laki denganku di sebuah hotel untuk kegiatan kementerian. Laki-laki itu menaruh rasa denganku. Dia meminta bantuan salah satu partnerku bapak-bapak yang berusia jauh lebih tua dariku. Laki-laki itu menghabiskan sisa waktu kegiatan di hotel dengan curhat kepada bapak itu untuk mendekatiku. Sesekali meminta bantuannya untuk memberikan gantungan kunci dan beberapa kue. Dia tidak berhenti meskipun sudah beberapa kali aku menjauh. Sampai akhirnya terungkap bahwa laki-laki itu melihatku sama dengan kekasihnya yang sudah lebih dulu meninggal. Kekasihnya meninggal karena sakit. Dia membersamai kekasihnya sampai detik akhir hayatnya. Bayangan kekasihnya muncul ketika melihatku. Tapi aku menolaknya. Aku takut dia hanya hidup dalam bayang-bayang kekasihnya.
read more
Ketika Janji Menjadi sebuah Rahasia
Pernikahan yang terlihat utuh perlahan retak saat kesepian membuka pintu bagi masa lalu. Di antara janji yang diucapkan dan rahasia yang disimpan, Nara terjebak dalam perselingkuhan yang mengubah hidup tiga orang sekaligus. Saat kebohongan terasa lebih mudah daripada kejujuran, satu keputusan akan menentukan: apakah cinta masih layak diperjuangkan, atau justru harus dilepaskan selamanya?
read more
Si Bodoh yang Jenius
Jojo, cowok pintar yang sombong, awalnya menertawakan Maria, siswi baru cantik keturunan Chinese yang bodoh dalam pelajaran. Namun setelah dipasangkan untuk belajar bersama, Jojo perlahan kagum dengan kerja keras Maria. Maria yang dulunya selalu gagal, kini semakin berkembang berkat bimbingan Jojo. Senyuman dan semangat Maria membuat hati Jojo goyah. Semakin lama, Maria tidak hanya belajar dengan baik, tapi juga menanjak pesat hingga membuat Jojo terancam. Dari hubungan guru–murid kecil-kecilan, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan hangat yang penuh ketegangan batin karena persaingan.
read more
Lolongan Terakhir di Hutan Kelam
Di sebuah desa terpencil dekat hutan, serangkaian kematian brutal terjadi. Hewan ternak dan manusia ditemukan tewas dengan tubuh tercabik. Arman, seorang pemuda desa, mulai menemukan bahwa keluarganya terikat kutukan manusia serigala. Saat ayahnya berubah menjadi monster, rahasia kelam keluarga terkuak. Arman harus melawan bukan hanya ayahnya, tapi juga roh serigala purba yang berusaha mengambil alih tubuhnya. Dengan pisau bulan, ia berusaha menghentikan kutukan, namun setiap langkah justru menyeretnya semakin dalam ke dalam kegelapan.
read more
Sehabis Mencintai, Aku Belajar Melepaskan
Kisah Rania bermula dari cinta yang begitu dalam, namun meninggalkan luka yang menghancurkan. Ia berusaha bangkit di tengah kebingungan, dihadapkan pada pilihan antara Adi—cinta lama yang kembali meminta kesempatan—dan Damar, sahabat yang tulus namun diam-diam mencintainya. Di perjalanan, Rania menemukan bahwa hidup bukan hanya tentang bertahan pada kenangan, tapi juga berani membuka pintu baru. Apakah Rania akan memilih cinta yang pernah menyakitinya, atau cinta baru yang penuh ketenangan?
read more
Primadona Mengejar Pecundang
Dita, primadona dan peringkat pertama SMA Permata Kasih, awalnya menganggap Zeno sebagai siswa bodoh tak berguna. Namun saat melihat keteguhan dan potensi tersembunyi Zeno, ia justru berbalik jatuh hati dan bertekad membimbingnya. Tak disangka, Zeno bukan hanya menyusulnya, tapi mengalahkannya—baik dalam pelajaran, maupun dalam permainan perasaan......
read more
Bukan Untuk Kita Bertiga
Rani, Dira, dan Aldo bersahabat sejak kuliah. Namun semuanya mulai berubah saat Rani diam-diam jatuh cinta pada Aldo, yang ternyata memiliki perasaan pada Dira. Dira, yang menyadari hal itu, mencoba menjauh demi menjaga persahabatan mereka, tapi justru menyebabkan konflik batin yang lebih besar. Kisah ini menggambarkan cinta yang tidak bisa dimiliki tanpa menghancurkan sesuatu yang lain.
read more
Bukan Gamon
Vira baru saja putus dari Hamdan dan merasa dunia runtuh. Ia gagal move on, hingga Hadnyan—teman mantan yang dikenal cuek dan introvert—tiba-tiba muncul dalam hidupnya. Sifat Hadnyan yang suka jahil tapi tidak pernah benar-benar hadir membuat Vira bimbang: nyaman, tapi terluka. Siklus hadir-menghilang Hadnyan membuat Vira kelelahan secara emosional, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Namun, Hadnyan yang selama ini diam mulai berubah. Perasaan mulai jujur disampaikan, luka mulai diobati.
read more
Now You’re My Favorite Hello
Aisha, siswi baru di SMA, terjebak dalam dinamika hati antara Rian—sahabat sekaligus cinta pertamanya—dan sang kakak kelas misterius yang selalu menyapanya dengan hangat. Saat proyek, lomba, dan momen-momen tak terduga mempererat mereka, pilihan sulit menanti di akhir. Di malam purnama terakhir sebelum keputusan terungkap, hati Aisha bergetar: akankah ia memilih kenyamanan bersama Rian, atau keberanian merespons sapaan hangat sang kakak kelas? perjalanan mereka berujung pada satu momen yang menentukan segalanya…
read more