He Likes My Best Friend, But He Looks At Me
Chapter 5: Pertemuan yang Tidak Terduga
Arka datang ke meja tempatku duduk dengan senyum yang tak biasa. 'Ayo, belajar bersama,' katanya, dengan nada yang terlalu antusias. Aku mengangguk perlahan, tapi hatiku berdebar kencang. Tapi alasannya? Untuk Naya, katanya, dengan suara yang terdengar seperti pengingat. Aku tahu, itu bukan pertama kalinya dia bilang sesuatu seperti itu.
Aku duduk di sampingnya, tapi jarak antara kita terasa begitu jauh. Bisa kudengar Arka berbicara dengan Naya, tapi aku hanya duduk diam, tidak bisa mengganggu. Aku tidak tahu apakah ini kebaikan atau hanya pengalihan. Tapi aku memandangnya dengan rasa sakit yang tak pernah pudar. Jika dia benar-benar ingin belajar bersamaku, mengapa dia masih menatap Naya dengan cara itu?
Setiap kali Arka berbicara, aku hanya duduk di sampingnya, angkat bahu, tapi hatiku memanas. Aku merasa seperti penonton yang tidak pernah bisa masuk ke dalam cerita mereka. Aku hanya duduk di samping mereka, tapi tidak pernah menjadi bagian dari mereka. Aku hanya bisa menggelengkan kepala, membiarkan waktu berlalu, menunggu saat yang tepat untuk bertindak. Tapi mungkin, itu sudah terlambat.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.