Diam-Diam Mencintaimu: Romansa Sang CEO dan Gadis Bar
Chapter 2: Senyum di Tengah Keramaian
Blue Cove Bar malam itu dipenuhi oleh suara tawa dan obrolan yang riuh. Lampu-lampu neon yang berkelap-kelip menciptakan suasana yang hangat meskipun di luar udara malam terasa dingin. Di tengah keramaian itu, Rachel, gadis berusia 19 tahun, sibuk berlarian dari satu meja ke meja lainnya. Wajahnya selalu dihiasi senyum ramah, seolah tak ada beban yang ia rasakan meskipun tangannya penuh dengan baki berisi minuman.
Rachel mengenakan seragam bar yang sederhana, namun ia tetap terlihat menawan. Rambutnya yang panjang diikat rapi ke belakang, membuat wajahnya yang cerah semakin terlihat. Matanya yang berbinar-binar seolah mencerminkan semangatnya yang tak pernah padam. Ia melayani setiap pelanggan dengan penuh perhatian, tak peduli apakah mereka adalah pelanggan tetap atau baru datang pertama kali.
"Terima kasih, Rachel! Kamu selalu yang terbaik!" ujar salah satu pelanggan sambil tersenyum lebar. Rachel hanya membalas dengan anggukan dan senyum manisnya. Ia tahu, pekerjaan ini mungkin tidak seberapa bagi orang lain, tapi bagi Rachel, ini adalah cara ia bertahan hidup dan membantu keluarganya. Setiap senyum dan ucapan terima kasih dari pelanggan adalah hadiah yang tak ternilai baginya.
Di sudut lain bar, Vino masih duduk sendirian, matanya sesekali melirik ke arah Rachel. Ia tak bisa memungkiri bahwa ada sesuatu yang menarik dari gadis itu. Meskipun ia terkenal dingin dan galak, namun senyum Rachel seolah mampu mencairkan sedikit es di hatinya. Tapi Vino mencoba mengabaikan perasaan itu, ia lebih memilih untuk tetap fokus pada gelas wiski di tangannya.
Rachel, yang tak menyadari perhatian Vino, terus sibuk dengan tugasnya. Ia tahu, malam ini masih panjang, dan masih banyak pelanggan yang membutuhkan pelayanannya. Dengan semangat yang tak pernah surut, Rachel melanjutkan pekerjaannya, siap menghadapi segala tantangan yang datang.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.