Cinta Tanpa Suara
Chapter 5: Bab 5: Mata yang Menyimpan Cerita
Di tengah keramaian kota yang tak pernah berhenti, mereka berdiri saling berhadapan, dipisahkan hanya oleh jarak beberapa langkah. Suara klakson mobil, obrolan orang-orang, dan gemuruh kehidupan kota seolah meredup, menjadi latar belakang yang samar. Yang tersisa hanyalah tatapan mereka, saling bertukar pesan tanpa kata. Matanya, yang penuh dengan kehangatan, seolah mencoba membaca apa yang tersembunyi di balik tatapannya yang penuh keraguan.
Gerakan tangannya yang lembut mengisyaratkan sesuatu yang tak terucapkan. Jari-jarinya bergerak pelan, seolah ingin meraih sesuatu yang tak terlihat, namun penuh makna. Hatinya berdegup kencang, merasakan intensitas momen ini. Suasana hening yang tiba-tiba menyelimuti mereka menambah kedalaman emosi yang terasa begitu nyata. Kedekatan hati mereka terasa melalui kontak mata yang tak terputus, seolah dunia di sekitar mereka tak lagi penting.
Mereka tak perlu berbicara. Keheningan yang menyelimuti mereka berbicara lebih dari kata-kata. Setiap tatapan, setiap gerakan, setiap detik yang berlalu, seolah membawa mereka lebih dekat satu sama lain. Hati mereka mulai terhubung, membentuk ikatan emosional yang tak terduga. Dan dalam keheningan itu, mereka menemukan sesuatu yang selama ini mereka cari—sebuah pemahaman yang tak perlu diungkapkan dengan kata-kata.
Bab ini berakhir dengan keheningan yang berbicara lebih dari kata-kata. Mereka tetap berdiri di sana, saling memandang, seolah waktu berhenti. Dan dalam keheningan itu, mereka tahu bahwa sesuatu yang baru telah dimulai.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.