Aethland World
Chapter 2: Cahaya Aurion
Geva berjalan perlahan di tengah padang yang berkilauan di bawah sinar pagi yang hangat. Suara angin berbisik, seperti mengajaknya berjalan lebih jauh. Di kejauhan, ia melihat titik cahaya yang terang, semakin jelas seiring langkah-langkahnya. Dengan setiap langkah, perasaan asing tersebut mulai tergantikan oleh penasaran, bahkan sedikit antusiasme.
Ketika ia akhirnya mencapai tepi padang, ia menemukan sebuah jalan yang terbentuk dari batu granit yang mengilap. Di sisi kiri jalan itu, ia melihat kota besar yang dikenal sebagai Cahaya Aurion. Di kejauhan, menara-menara berlapis emas yang mencolok menghiasi langit. Terlihat jelas bahwa kota ini adalah pusat kekuatan dan kehidupan di Aethland.
Ia melangkah memasuki kota, dan kejutan datang begitu cepat. Cahaya Aurion tidak hanya cantik, tetapi juga penuh dengan kehidupan. Orang-orang berjalan di jalan-jalan yang teratur, mencari kebutuhan mereka, sementara salah satu menara besar mengeluarkan cahaya biru yang menggembirakan, menandai waktu.
Geva melirik ke langit, dan terdengar suara ringan yang memanggilnya. Ia tidak tahu dari mana, tapi suara itu membuatnya terdorong untuk bergerak lebih jauh, lebih dalam ke dalam jantung kota. Penasaran, kekuatan, dan keinginan untuk memahami semuanya menggerakkan langkah-langkahnya dengan lebih ganas.
Di depannya, ia melihat tanda-tanda kehidupan yang tambah membesar, dan ia tahu, ini hanya awal dari kejutan-kejutan yang akan ia temui.
Rekomendasi Novel
Novel populer yang bisa kamu coba setelah ini.